Seiring dengan perkembangan zaman telah menciptakan berbagai inovasi yang menjadi terobosan baru bagi para pelaku industri, praktisi, akademisi, dan seluruh pihak lainnya untuk bersinergi dengan penggunaan teknologi dalam menjalani aktivitasnya di era revolusi industri 4.0 yang menghadirkan big data analytics, artificial intelligence, dan lainnya. Seturut dengan Khin & Ho (2019) mengungkapkan rotasi perkembangan para professional yang berlatar belakang non-IT telah mendapat tuntutan untuk mampu mengikuti perubahan dinamis yang semakin cepat. Hal tersebut didukung oleh Friday & Japhet (2020) mengenai peluang yang dapat diperoleh Akuntan di masa mendatang dengan berintegrasi kepada teknologi, berupa cloud accounting expert, data analytics, dan akuntan yang berkontribusi untuk meningkatkan cybersecurity perusahaan.

Dengan semakin maraknya tingkat kejahatan siber yang tinggi pada penggunaan teknologi menandakan bahwa manusia bukan lagi dituntut untuk mampu mengoperasikannya secara efektif, melainkan dengan memiliki kesadaran untuk mewaspadai bahaya yang timbul dari kurangnya tingkat keamanan data pada penerapan sistem dan aplikasi yang berbasis internet (Calderon & Gao, 2021). Maka, menyikapi bahaya dari kerentanan implementasi sistem, School of Accounting bersama Information System Audit and Control Association (ISACA) menyelenggarakan National Webinar “The Potential Impact of New AI Regulations in Accounting and Finance” pada Hari Jumat 22 Februari 2024 dengan pembicara Bapak Syahraki Syahrir selaku President of ISACA Indonesia Chapter yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa Accounting pada keberadaan AI yang perlu disikapi dengan baik berdasarkan aturan regulasi yang dicanangkan oleh pemerintah maupun professional bodies.

Melalui implementasi AI dalam menyajikan laporan keuangan, membantu akuntan untuk memperluas insight dalam menelusuri data transaksi yang semakin besar dan mendorong kewaspadaan dalam mengaplikasikan sistem dengan berhati-hati agar data yang tersimpan dan digunakan terjamin keamanannya. Apabila data yang digunakan merupakan data yang redundant atau data yang error cenderung menyebabkan pengambilan keputusan yang salah dalam menentukan tindakan di masa mendatang, sehingga ISACA melakukan pengembangan sebuah framework untuk menjamin kepercayaan publik pada kinerja operasional perusahaan melalui Digital Trust Framework. Hal tersebut bertujuan menjaga persebaran informasi yang tidak terjadi ketimpangan antar pihak serta menjaga keamanan dari internal maupun eksternal yang berpotensi terjadinya manipulasi pada proses pencatatan, pencurian data, hacking, phising, malware, dan aktivitas kejahatan lainnya yang merugikan perusahaan dengan besar. Penelitian Rosati et al (2019) membuktikan dengan fenomena yang terjadi pada Google dan Facebook menyebabkan angka kerugian yang sangat besar, dimana selain merugikan customer juga merugikan perusahaan yang perlu mengeluarkan kompensasi atas kejadian pencurian data tersebut.

Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan IT Governance and Internal Control yang disesuaikan dengan mekanisme implementasi sistem sesuai dengan infrastruktur pada perusahaan. Penggunaan teknologi perlu memperhatikan adanya aksesibilitas yang tidak sembarang, fleksibilitas saat masuk kedalam sistem untuk melakukan input dan proses data, hingga penyajian informasi yang real-time oleh pihak yang bertanggung jawab pada pekerjaan tersebut. Dengan tata kelola yang memadai membantu penjaminan mutu pada manajemen sistem dan operasional perusahaan untuk berjalan secara efektif sesuai strategi dan visi yang dirancang oleh para pemimpin dalam mencapai tujuannya. Salah satunya dengan memastikan penyajian informasi keuangan yang meminimalisir risiko pada kecurangan akibat penerapan sistem, yang dengan demikian tidak menyesatkan para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan. Untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian Akuntan di Tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, ISACA menawarkan beberapa alternatif yang dapat menjadi peluang untuk menciptakan sumber daya unggul yang terbuka pada penggunaan teknologi, dimana dapat menjadi IT Risk and Advisory, IT/digital audit, management system consultant, dan lainnya.

Pelaksanaan webinar telah diliput oleh Binus TV yang dapat dilihat pada link sebagai berikut:

https://youtu.be/ezV4tnMGSos?si=eDaBqwrT9oo5Mm_A

REFERENSI

  • Calderon, T. G., & Gao, L. (2021). Cybersecurity risks disclosure and implied audit risks: Evidence from audit fees. International Journal of Auditing. https://doi.org/10.1111/ijau.12209
  • Friday, I., & Japhet, I. (2020). Information technology and the accountant today: What has really changed? Journal of Accounting and Taxation. https://doi.org/10.5897/jat2019.0358
  • Khin, S., & Ho, T. C. F. (2019). Digital technology, digital capability and organizational performance: A mediating role of digital innovation. International Journal of Innovation Science. https://doi.org/10.1108/IJIS-08-2018-0083
  • Rosati, P., Gogolin, F., & Lynn, T. (2019). Audit Firm Assessments of Cyber-Security Risk: Evidence from Audit Fees and SEC Comment Letters. International Journal of Accounting. https://doi.org/10.1142/S1094406019500136