Dalam era informasi saat ini, organisasi dihadapkan pada tantangan dalam mengelola berbagai jenis pengetahuan yang menjadi aset penting untuk kesuksesan mereka. Dua jenis pengetahuan utama yang harus dikelola oleh organisasi adalah pengetahuan eksplisit dan pengetahuan tacit. Artikel ini akan membahas pentingnya manajemen kedua jenis pengetahuan tersebut serta strategi untuk efektif mengelolanya.

  1. Pengetahuan Eksplisit
    Pengetahuan eksplisit adalah pengetahuan yang mudah diartikulasikan dan dapat ditransfer dengan jelas melalui kata-kata, angka, atau gambar. Ini adalah jenis pengetahuan yang terdokumentasi dan dapat diakses secara formal. Pengetahuan eksplisit dapat muncul dalam bentuk manual prosedur, laporan, basis data, atau dokumentasi tertulis lainnya. Manajemen pengetahuan eksplisit mencakup penciptaan, penyimpanan, dan distribusi informasi yang dapat diuraikan.

Pentingnya manajemen pengetahuan eksplisit terletak pada:

Aksesibilitas dan Bagikan Ilmu: Organisasi dapat mengoptimalkan efisiensi dengan memastikan bahwa pengetahuan eksplisit tersedia untuk semua anggota tim dan dapat dibagikan dengan mudah. Ini menciptakan basis informasi bersama yang membantu dalam pengambilan keputusan.

Inovasi Berbasis Fakta: Pengetahuan eksplisit membentuk landasan bagi inovasi berbasis fakta. Dengan menyediakan akses yang mudah ke informasi dan panduan yang terdokumentasi, organisasi dapat mendorong keberanian dalam mencoba ide-ide baru.

  1. Pengetahuan Tacit
    Sementara pengetahuan eksplisit bersifat terukur dan terdokumentasi, pengetahuan tacit lebih bersifat personal dan sulit diartikulasikan. Ini mencakup pengalaman, intuisi, dan keterampilan individu yang tidak mudah ditransfer secara formal. Pengetahuan tacit seringkali melekat pada individu dan dikembangkan melalui pengalaman langsung dan interaksi personal.

Pentingnya manajemen pengetahuan tacit melibatkan:

Pemeliharaan dan Transfer Keterampilan: Dalam organisasi, pengetahuan tacit sering terkait dengan keterampilan khusus dan pemahaman mendalam. Manajemen pengetahuan tacit mencakup strategi untuk memelihara dan mentransfer keterampilan tersebut, terutama saat anggota tim pindah atau pensiun.

Peningkatan Kolaborasi dan Budaya Organisasi: Pengetahuan tacit memainkan peran penting dalam membangun budaya kolaboratif. Memahami dan menghargai pengetahuan tacit setiap individu dapat memperkuat hubungan tim, meningkatkan kinerja, dan merangsang inovasi yang tidak terduga.

Strategi Manajemen Pengetahuan

Pendekatan Integratif:

Organisasi perlu mengadopsi pendekatan yang menyeluruh dan integratif terhadap manajemen pengetahuan. Menggabungkan sistem informasi yang mendukung pengetahuan eksplisit dengan praktik kolaboratif yang mempromosikan pengetahuan tacit akan meningkatkan keefektifan manajemen pengetahuan.

Teknologi Pendukung:

Pemanfaatan teknologi informasi, seperti sistem manajemen pengetahuan, platform kolaboratif, dan alat komunikasi, dapat membantu organisasi dalam menyimpan, mengakses, dan berbagi pengetahuan eksplisit. Di sisi lain, teknologi yang mendukung kolaborasi dan diskusi dapat meningkatkan pengelolaan pengetahuan tacit.

Pengembangan Keterampilan Personal:

Program pengembangan keterampilan personal dan pendekatan mentor-mentee dapat membantu dalam mentransfer pengetahuan tacit. Ini melibatkan pengenalan praktik-praktik terbaik, berbagi pengalaman, dan membangun keterampilan individu.

Manajemen pengetahuan menjadi kunci sukses dalam memanfaatkan seluruh potensi organisasi. Dengan memahami dan mengelola baik pengetahuan eksplisit maupun tacit, organisasi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, pembelajaran berkelanjutan, dan keterlibatan karyawan. Integrasi teknologi, pendekatan kolaboratif, dan penekanan pada pengembangan keterampilan personal merupakan langkah kunci dalam memastikan bahwa organisasi dapat efektif mengelola kedua jenis pengetahuan ini untuk mencapai tujuan mereka.

Referensi:

  • Nonaka, I., & Takeuchi, H. (2005). “The Knowledge-Creating Company: How Japanese Companies Create the Dynamics of Innovation.” Oxford University Press.
  • Polanyi, M. (2016). “The Tacit Dimension.” Routledge.