Non-Fungible Token atau NFT adalah aset digital yang satu-satunya dimiliki oleh Anda. Sebagian besar NFT menggunakan teknologi blockchain ethereum untuk merekam transaksi di dalamnya. NFT mewakili barang berharga atau unik dengan nilai tukar yang tidak bisa diganti.

Barang yang bisa dijual dengan bentuk NFT bisa berupa karya seni seperti aset game, foto, video, musik dan lain sebagainya.

Saat ini, popularitas NFT masih sangat terbatas untuk industri seni, hobi dan hiburan.

NFT berasal dari dua kata kunci yaitu Non-fungible yang berasal dari kata Fungibility dan Token.

Fungibility adalah kemampuan suatu aset untuk ditukar atau diganti dengan aset serupa yang memiliki nilai yang sama. Sebagai contoh, kita bisa menukar uang kertas Rp 20 ribu dengan dua lembar uang kertas Rp10 ribu dan nilainya tetap sama. Sedangkan, token adalah aset digital yang mewakili barang, layanan, atau bentuk nilai lainnya.

Jadi, Non-Fungible Token atau NFT adalah aset digital yang mewakili suatu barang berharga dengan nilai yang tidak dapat diganti atau ditukarkan. Setiap NFT memiliki data catatan transaksi di dalam blockchain. Data ini berisi tentang siapa penciptanya, harga, dan histori kepemilikannya.

token non-fungible (NFT) adalah pengidentifikasi digital unik yang dicatat di blockchain, dan digunakan untuk mengesahkan kepemilikan dan keaslian. Kepemilikan NFT dicatat dalam blockchain dan dapat dialihkan oleh pemiliknya, sehingga memungkinkan NFT untuk dijual dan diperdagangkan.

References

Micheal Higgins. (2021). The Future of Accounting : Will Digital Transformation Impact Accountants ?. Forbes Technology Council. May 19, 2021.

Media Industry Accounting Group. (2015). Making Sense of a complex world. Online gaming : Real issues in virtual worlds. Issue : 8, May 2015.

www.pwc.com/miag

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20220117115005-37-307907/apa-itu-nft-hal-yang-bikin-ghozali-tajir-melintir-bak-sultan

Image Source: Google Images