MEMAHAMI KONSEP ISSUE MANAGEMENT

Beberapa contoh masalah manajemen perusahaan adalah: Manajemen masalah adalah upaya untuk mengidentifikasi, mengelola, dan merespons masalah atau masalah yang dapat mempengaruhi citra, operasi, atau tujuan perusahaan. Dalam kasus di mana perusahaan menghadapi serangan reputasi, seperti skandal korupsi, kecelakaan produk, atau masalah lingkungan, manajemen masalah sangat penting untuk mengelola efeknya. Perusahaan harus merespons dengan cepat, menggunakan strategi komunikasi yang efektif, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki kerusakan reputasi. Jika produk perusahaan mendapat perhatian negatif dari media atau pelanggan karena masalah kualitas, keamanan, atau kepatuhan regulasi, masalah manajemen mencakup pencabutan produk yang rusak, melakukan recall, dan berkomunikasi dengan pelanggan secara jujur dan transparan. Perusahaan seringkali menghadapi masalah lingkungan seperti pengelolaan limbah, emisi karbon, atau dampak lingkungan. Dalam hal ini, manajemen masalah meliputi kepatuhan perusahaan terhadap peraturan lingkungan dan upaya untuk mengurangi dampak lingkungan.

Perusahaan dapat menghadapi masalah keamanan data seperti peretasan sistem atau pencurian data pelangggan di era digital. Tindakan cepat untuk mengamankan sistem, memberi tahu pelanggan yang terkena dampak, dan bekerja sama dengan otoritas terkait merupakan bagian dari manajemen masalah. Bagian penting dari manajemen masalah adalah menjaga hubungan baik dengan pihak berkepentingan, termasuk pemegang saham, pelanggan, dan pihak berkepentingan lainnya. Hal ini mencakup komunikasi terbuka, mengambil tindakan korektif, dan mendengarkan umpan balik. Problem manajemen membantu bisnis mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang dapat mempengaruhi operasi dan reputasi mereka.

Contoh Issue Management dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut :

Isu Pembuangan Limbah dari Pabrik. Bermula dari masyarakat yang mengeluh karena banyaknya ditemukan limbah yang merusak lingkungan tempat tinggal masyarakat. Dikarenakan adanya keluhan dari masyarakat, maka dilakukan issue management untuk mendeteksi dan menganalisa sumber limbah. Setelah diidentifikasi lebih lanjut, ditemukan limbah tersebut berasal dari pabrik X yang membuang limbah sembarangan. Masyarakat lingkungan dan pihak pabrik akhirnya setuju untuk menyelesaikan permasalahan limbah secara damai dimana perwakilan masyarakat dan pihak pabrik harus menandatangani social contract yang dibuat mengenai pembuangan limbah ini. Jika pihak pabrik masih membuang limbah sembarangan, maka akan di proses ke jalur hukum yang memungkinkan pencabutan izin berjalannya proses produksi di pabrik X.

Sebagai contoh isu Owner Doggy yang tidak bertanggungjawab

Komplek Perumahan C memiliki banyak penghuni yang memelihara anjing dirumahnya. Tidak sedikit juga warga komplek yang membawa jalan-jalan anjingnya keliling komplek Perumahan C. Namun, masih ditemukan beberapa owner anjing yang tidak bertanggungjawab atas kotoran anjingnya. Beberapa warga complain di grup komplek tersebut karena sering ditemukan kotoran anjing di depan rumahnya, ada warga yang complain mobilnya terlindas kotoran bahkan ada yang menginjak kotoran anjing tersebut. Hal ini menjadi sebuah isu dimana terjadi perdebatan antar warga komplek. Setelah dilakukan management issue lebih lanjut, akhirnya seluruh warga setuju untuk melakukan rapat membahas isu ini.

Hasil dari rapat tersebut adalah dibuatnya social contract dimana seluruh perwakilan keluarga yang memelihara anjing harus menandatangani contract tersebut dan jika ingin mengajak anjingnya jalan-jalan harus membawa poop bag untuk memungut kotoran anjing masing-masing. Apabila ada yang melanggar akan dikenakan denda sebesar Rp300,000. Jika ditemukan kotoran anjing, maka Rukun Tetangga (RT) setempat berhak mengecek cctv komplek untuk mengetahui siapa owner dari anjing tersebut.

Contoh lain Isu Hate Speech dalam sebuah Komunitas. Komunitas Golden Retriever Indoensia (GRI) adalah sebuah komunitas pecinta serta owner dari anjing Golden Retriever. Pada komunitas ini, seluruh owner Golden Retriever dapat berdiskusi seputar anjingnya. Diawal ingin join grup ini, sudah ada kontrak bahwa tidak boleh promosi jualan, open adopt anjing tanpa alasan yang jelas, harus aktif di dalam grup dan minimal mengikuti gathering satu (1) kali dalam sebulan. Namun, yang tidak terpikirkan adalah larangan untuk hate speech. Pernah terjadi isu rasisme oleh Ibu X yang bersikeras membuat supermarket menjadi pet friendly. Kemudian, beberapa owner anjing di grup komunitas tersebut ada yang melakukan hate speech kepada ibu X tersebut secara berlebihan.

Issue Management yang dilakukan oleh founder komunitas ini awalnya adalah mempelajari topik awal yang membuat hate speech ini muncul sampai mengidentifikasi siapa saja owner yang toxic di dalam grup tersebut. Langkah awal hanya di berikan teguran, bagi beberapa owner mungkin sadar dan meminta maaf namun beberapa ada yang denial sehingga akhirnya dikeluarkan dari grup komunitas tersebut. Semenjak itu founder komunitas membuat new social contract yang berlaku untuk seluruh anggota grup komunitas Golden Retriever Indoensia (GRI) agar tidak terjadi lagi hate speech kedepannya. Bagi yang melakukan hate speech akan langsung di keluarkan dari grup komunitas GRI dan di blacklist.

Begitu juga dalam perusahaan, perusahaan juga melakukan issue management dalam perusahaan sebagai berikut :

Terlambatnya karyawan ke kantor. Di Perusahaan A sering ditemukan karyawan yang terlambat datang ke kantor. Hal ini ditemukan ketika dilakukan issue management dan dilakukannya pendeteksian melalui rekaman absen karyawan berbasis finger print. Pada mesin tersebut ditemukan banyak yang melakukan absen secara finger print lewat dari jam masuk kantor. Awalnya tidak begitu diawasi, namun karena banyak pekerjaan yang tertunda akhirnya dilakukan issue management untuk mencari tahu sumber masalahnya. Akhirnya seluruh ketua department dikumpulkan untuk rapat dan membuat new social contract yang dimana seluruh ketua department harus siap dalam mendisplinkan anak buahnya agar tidak datang terlambat. Untuk sanksi dibebaskan kepada masing-masing ketua department.

Contoh lain issue management dalam perusahaan seperti job task yang sesuai dengan job position and job description. Ketika melamar kerja ke seluruh perusahaan pasti ada Job Position and Job Description yang dipilih sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing. Namun, terkadang banyak yang melamar Job A tetapi Job task di perusahaan sudah melenceng dan menjadi overload. Maka dari itu, sekarang ini sudah banyak perusahaan yang membuat new social contract saat karyawan resmi diterima untuk bekerja di perusahaan yang berisikan mengenai kesesuaian pekerjaan yang dikerjakan dengan job description sehingga tidak terjadi overload pekerjaan dan pekerjaan dapat diselesaikan secara tepat waktu dan optimal.

Contoh lain seperti waktu operasional kerja di kantor. Dari awal karyawan diterima di perusahaan, sudah ada tertera jam kerja operasional untuk setiap divisi. Pada perusahaan B, kesejahteraan karyawan sungguh buruk sehingga dilakukan issue management untuk mengetahui sumber isu tersebut. Ternyata perusahaan B melakukan eksploitasi tenaga kerja. Banyak karyawan yang sakit hingga meninggal karena kerja overtime dan tidak tersedia kotak P3K untuk mengobati jika ada yang terluka saat bekerja dilapangan. Setelah terkuak, perusahaan B dicabut perizinannya dan akhirnya dibuat new social contract sebagai surat peringatan apabila masih terjadi eksploitasi tenaga kerja maka perusahaan B akan ditutup secara permanen.

Pengertian Issue Management menurut para ahli sebagai berikut : Prayudi (2008) mengatakan bahwa issue management merupakan proses proaktif dalam mengelola isu-isu, tren atau peristiwa potensial, eksternal dan internal, yang memiliki dampak baik negatif maupun positif dan menjadikan isu sebagai peluang meningkatkan reputasi perusahaan. Institute for PR menyatakan bahwa issue management merupakan proses manajemen strategis yang membantu perusahaan mendeteksi dan merespon pada perubahan di lingkungan sosio-politik, salah satunya di perusahaan. Cutlip-Center-Broom mengatakan bahwa issue management meliputi dua tindakan mendasar yaitu: (1) melakukan identifikasi awal terhadap isu yang memiliki potensi untuk merugikan organisasi atau perusahaan; (2) memberikan tanggapan terhadap isu untuk meminimalisir konsekuensi dari munculnya isu.

Referensi:

Archie B. Carroll, Jill Brown, Ann K. Buchholtz. (2018). Business & Society: Ethics, Sustainability & Stakeholder Management. 10. Cengage Learning. Boston. ISBN: 9781305959828.

Image Source: Google Images

Comments :