MEMAHAMI KONSEP DASAR TANTANGAN BISNIS DI LINGKUNGAN GLOBAL/ BUSINESS CHALLENGE IN A GLOBAL ENVIRONMENT

Tantangan bisnis di lingkungan global dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari, dari ekonomi hingga keamanan dan lingkungan. Ini menunjukkan bahwa memahami masalah global dan bagaimana mereka dapat memengaruhi orang dan komunitas di seluruh dunia sangat penting. Berikut adalah beberapa contoh masalah bisnis global yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari kita:

Tantangan perusabahan iklim dapat menyebabkan cuaca ekstrem, bencana alam, dan ketidakstabilan lingkungan. Ini dapat mengganggu pasokan energi, bencana alam, dan ancaman keamanan pangan.  Harga barang konsumen dapat dipengaruhi oleh ketidaksetaraan dalam perdagangan global. Tantangan dalam perdagangan internasional juga dapat menyebabkan fluktuasi harga dan ketersediaan barang yang biasa kita gunakan. Otomatisasi adalah salah satu contoh perubahan teknologi yang dapat mengubah lanskap pekerjaan dan persaingan di seluruh dunia. Ini dapat memengaruhi lapangna kerja dan peluang karir.  Harga bahan bakar, listrik, dan komoditas dapat dipengaruhi oleh persaingan global untuk sumber daya alam. Ini berdampak pada biaya hidup dan mobilitas kita. Contoh kesulitan bisnis di lingkungan global dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut: pindah sekolah. Siswa dari sekolah dasar, SMP, SMA, atau mahasiswa yang pindah sekolah harus mengikuti peraturan yang berlaku di sekolah baru dan meninggalkan budaya dan peraturan sekolah lama mereka agar diterima di lingkungan baru.  Beberapa perusahaan menggunakan masa inkubasi untuk menilai apakah karyawan baru dapat beradaptasi dengan aturan dan budaya yang ada di tempat kerja. Hal ini sama dengan ospek mahasiswa SMA dan kuliah. Contoh tantangan bisnis di lingkungan global adalah perusahaan franchise fast food dan halal. Franchise fast food global seperti McDonald, KFC, dan Wendy’s menjual produk yang mengandung babi di negara asalnya. Ini pasti menjadi masalah di Indonesia, di mana mayoritas orang beragama Islam, yang memerlukan produk halal. Oleh karena itu, perusahaan franchise fast food di Indonesia harus mengubah harapan masyarakat. Jam kerja dan ibadah. Perusahaan di seluruh dunia yang berasal dari negara-negara dengan mayoritas penduduknya tidak beragama Islam pasti tidak mempertimbangkan waktu kerja karyawan mereka dibandingkan dengan waktu solat lima waktu yang dilakukan oleh orang Muslim. Mereka harus menyesuaikan jam kerja mereka dengan ibadah umat muslim, terutama pada hari Jumat, saat mereka mendirikan cabang di Indonesia.

Business Challenge in a Global Environment menurut para pakar sebagai berikut :

Menurut Archie B. Carroll, Jill Brown, Ann K. Buchholtz. (2018). Dalam lingkungan bisnis global, perusahaan enantiasa dihadapi oleh dua masalah besar yaitu corporate legitimacy dan perbedaan pendapat mengenai corporate social responsibility (CSR). Perusahaan pada lingkungan bisnis global harus berusaha untuk mencapai corporate legitimacy dimana perusahaan berusaha untuk diakui dan diterima oleh masyarakat negara lain yang mungkin saja berbeda dalam hal filosofis dengan negara hostnya. Setiap negara juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai CSR yang berkaitan dengan hubungan antara bisnis dan pemerintah pada setiap negara. Menurut Carroll, A. B. (2004). Stakeholder dari sebuah perusahaan meliputi konsumen, pekerja, pemilik, komunitas, kompetitor dan lingkungan hidup. Pada kancah global, stakeholder komunitas ini akan meliputi negara asal dari perusahaan beserta berbagai pemerintahan dari negara lain tempat perusahaan ini melakukan investasi. Hal ini melahirkan tantangan bagaimana perusahaan menggunakan standar etik dari negara asal dan standar etik dari negara lain dalam melakukan pengambilan keputusan.

Menurut Michaelson, C. (2010). Dalam etika bisnis global terdapat pertanyaan yang fundamental yaitu ketika terjadi bentrok antara standar moral dari perusahaan dengan standar moral dari negara lain, standar moral mana yang harus digunakan. Hal ini harus dikaji secara global dimana global ethical norms tidak hanya mencerminkan ideologi yang dominan secara global dari aktor pasar yang terkuat secara ekonomi.

References

Archie B. Carroll, Jill Brown, Ann K. Buchholtz. (2018). Business & Society: Ethics,
Sustainability & Stakeholder Management. 10. Cengage Learning. Boston. ISBN:
9781305959828.

Carroll, A. B. (2004). Managing ethically with global stakeholders: A present and future challenge. Academy of Management Perspectives, 18(2), 114–120.
doi:10.5465/ame.2004.13836269

Michaelson, C. (2010). Revisiting the global business ethics question. Business Ethics.
Quarterly, 20(2), 237-251.

https://www.scu.edu/ethics/focus-areas/technology-ethics/#:~:text=Technology%20ethics%20is%20the%20application,t%20have%20to%20make%20before.

Archie B. Carroll, Jill Brown, Ann K. Buchholtz. (2018). Business & Society: Ethics, Sustainability & Stakeholder Management. 10. Cengage Learning. Boston. ISBN: 9781305959828.

Image Source: Google Images

Comments :