MEMAHAMI KONSEP CRISIS MANAGEMENT

Pengelolaan krisis, atau pengelolaan krisis, adalah keterampilan penting yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi darurat atau krisis dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kasus kecelakaan lalu lintas, pengelolaan krisis melibatkan hal-hal seperti memeriksa kesehatan Anda dan orang lain yang terlibat dalam kecelakaan, mengamankan tempat kejadian, dan menghubungi otoritas atau layanan darurat jika diperlukan. Krisis manajemen memerlukan persiapan sebelum bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau badai. Ini termasuk membuat tas darurat, mengetahui rute evakuasi, dan berkomunikasi dengan keluarga tentang rencana keamanan.

Jika seseorang tiba-tiba mengalamai kecacatan keseahtan, seperti sernagan jantung atau stroke, crisis management melibatkan pemanggilan nomor darurat, memberikan pertolongnan pertama, dan memberikan informasi medis kepada petugas kesehatan.

Kehilangan pekerjaan dapat menjadi krisis keuangan. Crisis management dalam hal ini melibatkan membuat rencana keuangan darurat, mencari pekerjaan baru, dan menghubungi lembaga yang dapat memberikan dukungan keuangan.

Ketika terjadi konflik serius dalam hubungan pribadi, seperti pertengkaparan besar dalam perkawinan, crisis management melibatkan komunikasi yang efektif, pertimbangan untuk mencari bantuan dari konselor atau terapis, dan mencari solusi yang dapat memperbaiki hubungan. Krisis manajemen melibatkan pemanggilan nomor darurat, memberikan perawatan pertama, dan memberikan informasi medis kepada petugas kesehatan dalam kasus di mana seseorang tiba-tiba mengalami kecacatan kesehatan, seperti sernagan jantung atau stroke.

Krisis keuangan dapat terjadi jika tidak ada pekerjaan. Manajemen krisis dalam hal ini melibatkan membuat rencana keuangan darurat, mencari pekerjaan baru, dan menghubungi lembaga yang dapat membantu. Krisis manajemen memerlukan komunikasi yang efektif, mempertimbangkan untuk mendapatkan bantuan dari konselor atau terapis, dan mencari solusi yang dapat memperbaiki hubungan ketika terjadi konflik serius dalam hubungan pribadi, seperti pertengkaparan besar dalam perkawinan.

Krisis manajemen melibatkan melindungi diri sendiri dengan mengenakan masker atau menghindari area yang terkena dampak saat terjadi krisis lingkungan seperti kebakaran hutan atau polusi udara yang buruk. Krisis manajemen membantu orang menghadapi situasi darurat atau krisis dengan lebih baik. Ini melibatkan merencanakan dan mengambil tindakan yang cepat dan efektif untuk mengatasi masalah dan mengurangi efek buruknya.

Contoh Crisis Management dan The Right Not to Be Fired without Cause dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut :

Untuk menghindari adanya krisis keuangan dikarenakan akan dilakukan pemotongan, maka dilakukan manajemen krisis keuangan yang mana dilakukan penyisihan uang setiap bulannya agar gaji bulan tersebut tidak habis langsung untuk membayar biaya kuliah dan dapat tetap membiayai kebutuhan hidup seperti makan minum. Harus membuat keputusan dengan tegas saat menentukan perguruan tinggi yang akan dimasuki agar tidak membuang uang, waktu, dan tenaga belajar saat menempuh perguruan tinggi. Harus membuat keputusan tegas dan cepat saat memutuskan akan bekerja di perusahaan mana. Pilihan yang salah dapat membuat orang yang mengambil pekerjaan tersebut kesulitan bekerja ke depannya. Contoh Crisis Management dan The Right Not to Be Fired without Cause dalam perusahaan sebagai berikut :

Ketika pandemic COVID-19 datang, prosedur WFH dan WFO bergilir maupun lockdown diberlakukan untuk melindungi dan menjaga kesehatan karyawan sambil memastikan karyawan dapat tetap bekerja dari rumah maupun kantor. Ketika perusahaan diambang kebangkrutan, perusahaan dapat memecat karyawan mereka untuk meringankan beban pengeluaran perusahaan dan memastikan karyawan dapat mencari peluang kerja yang lebih baik. Ketika adanya bencana alam, seperti gempa maupun tsunami, menimpa karyawan perusahaan, perusahaan dapat menggalang dana membantu karyawan tersebut untuk hidup dan beraktivitas dengan baik kembali.

Pengertian Crisis Management menurut para pakar sebagai berikut :

Krisis organisasi adalah sebuah situasi yang berkemungkinan kecil tetapi memiliki pengaruh tinggi yang mana situasi ini dianggap sebagai ancaman atas kehidupan perusahaan dan dianggap juga sebagai ancaman sosial maupun pribadi bagi pemangku kepentingan perusahaan. Sedangkan, manajemen krisis organisasi adalah proses untuk minimalisasi potensi risiko terjadinya krisis, sebuah proses respons atas krisis yang meliputi improvisasi, interaksi dengan pemangku kepentingan, dan rekonstruksi serta peran dalam perusahaan. Setelah adanya kejadian yang memicu terjadinya krisis, manajemen krisis akan melakukan penyusunan ulang organisasi maupun individu yang ada dengan tujuan untuk melakukan recovery dan readjustment. Crisis management adalah keputusan berdasar atas pengetahuan dan pengalaman yang diambil untuk berkonsentrasi atas situasi yang tiba-tiba dan singkat tetapi berbahaya. Parsons, W. (1996) mengatakan bahwa crisis management adalah manajemen masalah yang telah menjadi ancaman besar bagi perusahaan, yang mana situasi yang ada telah berubah menjadi sangat kritikal bagi perusahaan.

Referensi:

Archie B. Carroll, Jill Brown, Ann K. Buchholtz. (2018). Business & Society: Ethics, Sustainability & Stakeholder Management. 10. Cengage Learning. Boston. ISBN: 9781305959828.

Image Source: Google Images

Comments :