Pada tahun 1973, Standar Akuntansi Internasional (IAS) memulai era baru dalam akuntansi global. Internasional Accounting Standards Committee (IASC) berdiri pada tahun 1973 dan merilis IAS pertama kali sebagai landasan untuk praktik akuntansi yang konsisten di seluruh dunia. IASC didirikan dengan tujuan mulia untuk mendorong pengembangan dan penggunaan standar akuntansi yang adil di seluruh dunia. IAS terdiri dari tiga belas standar awal dan dirancang untuk memberikan standar yang jelas bagi perusahaan, meningkatkan kepercayaan investor, dan meningkatkan transparansi dan konsistensi dalam praktik akuntansi di seluruh dunia. IAS pada awalnya terbatas dan hanya digunakan oleh beberapa perusahaan di seluruh dunia. Namun, seiring waktu, ia berkembang menjadi landasan penting bagi perusahaan global. Dengan IAS, mereka dapat mengadopsi praktik terbaik, mengungkapkan posisi keuangan mereka dengan jelas, dan berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan dengan lebih baik.

Setelah pergantian IASC pada tahun 2001 oleh International Accounting Standards Board (IASB), yang mengambil alih tugas IASC untuk mengembangkan standar akuntansi internasional yang lebih kompleks dan relevan. Saat ini, standar akuntansi internasional dikenal sebagai International Financial Reporting Standards (IFRS). IFRS tidak hanya menjadi pedoman umum bagi perusahaan di seluruh dunia, tetapi juga membantu mereka menavigasi kerangka kerja akuntansi yang lebih kompleks. IAS adalah pilar penting dalam pembentukan standar akuntansi global yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan secara transparan dan jujur dalam sejarah akuntansi. IAS tetap menjadi landasan yang paling penting dalam praktik akuntansi internasional hingga saat ini, meskipun adopsinya berbeda di berbagai negara.

Referensi:

Image Source: Google Images