Kushim adalah nama yang mungkin tidak sering kita dengar dalam sejarah tentang perjalanan manusia di Bumi. Bukan raja, nabi, atau pahlawan terkenal, tetapi seorang akuntan. Ia adalah orang pertama yang namanya tertulis dalam dokumen sejarah, membawa kita ke zaman Mesopotamia kuno, sekitar tahun 2.600 sebelum Masehi.

Nama Kushim tertulis dengan jelas pada sabak yang ditemukan di Irak. “29.086 ikat jelai 37 bulan Kushim” adalah judul sabak yang sebenarnya. Pesan sederhana ini memiliki nilai sejarah yang besar karena menunjukkan bahwa Kushim adalah orang pertama yang dicatat secara resmi dalam sejarah. Tulisan ini sederhana, tetapi mengungkap keberadaan seseorang yang memainkan peran penting dalam perkembangan peradaban manusia.

Sebenarnya, siapakah Kushim? Apakah ini hanya nama jabatan atau nama orang yang memiliki tugas khusus pada masa itu? John Huehnergard dari Universitas Harvard, seorang pakar studi bahasa kuno Timur Tengah, berpendapat bahwa simbol-simbol pada sabak menunjukkan bahwa Kushim adalah nama orang, bukan jabatan.

Menurut Yuval Noah Harari, Kushim adalah seorang akuntan. Dalam dunia modern, dia bertanggung jawab untuk menghitung dan mencatat semua transaksi bisnis yang dilakukan tuannya. Meskipun tugas ini mungkin terlihat sepele, Kushim dan akuntan lain dari masa lalu memainkan peran yang signifikan dalam membangun struktur ekonomi dan bisnis modern.

Namun, nama orang yang diungkapkan dalam catatan masa lalu tidak hanya ditemukan di Kushim. Tablet lain yang ditemukan, yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 3.100 SM, memuat nama-nama budak, “En-pap dan Sukkalgir,” dan fakta bahwa mereka ditahan oleh Gal-Sal. Ini menunjukkan bahwa sejarah manusia dimulai dengan orang biasa yang memiliki peran dan identitas mereka sendiri, bukan hanya dengan tokoh-tokoh terkenal atau penguasa.

Kisah Kushim menunjukkan secara sederhana bahwa hal-hal kecil adalah dasar sejarah manusia. Peradaban manusia didasarkan pada peran individu. Meskipun kita mungkin lebih suka mendengar cerita tentang pahlawan dan penakluk, kita harus menghargai orang-orang seperti Kushim, yang dengan teliti mencatat dan mengelola transaksi bisnis kuno, yang memberikan fondasi bagi pertumbuhan sistem ekonomi yang kompleks di masa depan.

Nama Kushim dengan sederhana membuka pintu ke dunia Mesopotamia kuno, menunjukkan bahwa setiap jejak sejarah memiliki cerita penting yang harus dihargai dan dipelajari. Meskipun akuntan mungkin tidak memiliki keberanian seorang pahlawan atau iman seorang nabi, kontribusinya membantu membentuk peradaban manusia, menjadikannya sosok yang tak terlupakan dalam perjalanan panjang manusia di Bumi ini.

Referensi:

Image Source: Google Image