Perkembangan zaman di era revolusi industri 4.0 menghantarkan profesi akuntan untuk dapat lebih terbuka dan siap dengan penggunaan teknologi. Para akuntan dengan latar belakang non-IT perlu mengasah kemampuan yang dimiliki agar tidak menimbulkan kesenjangan yang besar, dimana dapat mengarahkan kepada penurunan jumlah lapangan pekerjaan pada dunia akuntansi. Menurut Frey & Osborne, (2017) pada survey persebaran data yang tertuju kepada 700 profesi, terdapat 30 profesi yang berpotensi mengalami kerentanan, dimana salah satunya adalah profesi akuntan. Perkembangan akuntansi yang terus mengalami revolusi, mulai dari perolehan data dokumen hingga penyajian laporan keuangan dengan menggunakan kertas, kini dapat dibantu dengan penerapan sistem yang terintegrasi yang meningkatkan kecepatan dan minimalisir risiko seperti human error.

Para akuntan dituntut untuk dapat mengikuti perubahan dengan menyesuaikan kepada kondisi lingkungan kerja maupun situasi pada kehidupan sehari-hari yang telah berbasis teknologi, seperti kepada keamanan siber, penerapan cloud atas pencatatan laporan keuangan, mampu membaca dan menginterpretasikan big data, dan mengakses robot untuk membaca data-data yang tidak terstruktur menjadi informasi yang relevan dan memperluas pandangan (Friday & Japhet, 2020). Tetapi, para akuntan masih banyak ditemukan yang tidak siap dan melihat prospek kerja pada dunia akuntansi akan semakin terkikis dengan keberadaan teknologi, dimana hal tersebut dikaji pada studi Törnqvist & Forss (2018) menemukan informasi di Swedia bahwa 53% profesi di Swedia akan terkena dampak dari pertumbuhan teknologi. Hal tersebut tentu membutuhkan perhatian akuntan untuk dapat lebih siap dengan keberadaan teknologi, dimana akuntan dapat:

  1. Mengidentifikasi dan mengetahui kualitas yang dibutuhkan oleh industri: Perkembangan zaman yang melahirkan berbagai teknologi inovatif menuntut perusahaan untuk memperbarui kapabilitas operasional agar dapat berdaya saing dan mempertahankan stabilitas serta kelangsungan terhadap kompetitor. Akuntan perlu memahami tujuan bisnis, bagaimana bisnis beroperasi, dan apa yang dibutuhkan sebagai talent untuk dapat bekerja mengikuti kebudayaan perusahaan. Seringkali, timbul ketidaksesuaian antara talent dengan tugas tanggung jawab yang menjadi talent global crunch akibat kesenjangan dari kemampuan yang dimiliki dengan faktor kebutuhan (Ferry, 2018).
  2. Mengasah dan memperbarui kompetensi yang dimiliki: Pada penelitian Deniswara et al. (2020) menemukan generasi muda merupakan generasi yang paling berpotensi untuk beradaptasi terhadap perubahan, dimana pada beberapa tahun mendatang stabilitas perusahaan akan dikelola dan dioperasikan oleh generasi muda. Akuntan muda perlu memiliki kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan, dimana seluruh profesi non-IT telah berintegrasi dengan teknologi, sehingga dengan memiliki beberapa kemampuan teknis dan praktikal seperti coding, membaca alur data, kemampuan analitik, dan memahami prosedur bisnis berbasis teknologi memberikan nilai tambah bagi individu. Selain itu, akuntan dapat mengambil sertifikasi untuk meningkatkan prestige pada kapasitas diri.
  3. Kreatif dan Inovatif: Ditengah pesatnya pertumbuhan teknologi semakin memudahkan akses informasi tanpa batasan tempat dan waktu, dimana akuntan secara tangkas dapat menggali informasi yang mendalam untuk menjadi dasar pembentukan pola pikir yang mengarah kepada inovasi untuk memperoleh pendapatan tambahan maupun meningkatkan taraf kemampuan. Tentunya inovasi tidak lepas dari kreativitas yang memperkuat ketangkasan akuntan untuk menjadi adaptif agar tidak tertinggal.

REFERENSI

  • Deniswara, K., Handoko, B. L., & Mulyawan, A. N. (2020). Big data analytics: Literature study on how big data works towards accountant millennial generation. International Journal of Management, 11(5), 376–389. https://doi.org/10.34218/IJM.11.5.2020.037
  • Frey, C. B., & Osborne, M. A. (2017). The future of employment: How susceptible are jobs to computerisation? Technological Forecasting and Social Change. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2016.08.019
  • Friday, I., & Japhet, I. (2020). Information technology and the accountant today: What has really changed? Journal of Accounting and Taxation. https://doi.org/10.5897/jat2019.0358
  • Korn Ferry. (2018). The Future of Work The Global Talent Crunch. Los Angeles: Korn Ferry.
  • Törnqvist, E., & Forss, L. (2018). Automated accounting in accounting firms – A qualitative study on impacts and attitudes. 1–88. https://pdfs.semanticscholar.org/9c26/dfea081fd035a6070e382f1b5f0727faa37a.pdf