Greenwashing bukan langsung terjadi tanpa alasan, namun ada beberapa faktor katalis yang memang mendorong terjadinya greenwashing atau membuka kesempatan untuk dilaksanakan greenwashing. Terdapat faktor seperti kurangnya regulasi & standardisasi, prosedur & sertifikasi yang masih sedang dikembangkan, kurangnya pengalaman atau pemahaman terhadap topik tersebut, perusahaan mencari badan yang mengakui memahami namun tidak, dan alasan lain-lainnya (Toppersnotes, 2022). Masih ada beberapa alasan lainnya, namun secara keseluruhan terkait topik tersebut belum dikembangkan sehingga masih terdapat banyak kekurangan dan belum ada perkembangan terhadap kekurangan-kekurangan tersebut.

Apabila sebuah perusahaan memang ingin mengakui sebagai perusahaan yang hijau atau ramah lingkungan, harus diperhatikan dulu dari industri secara keseluruhan. Apabila sebuah industri memang secara luas atau umum tidak ramah lingkungan atau tidak berkelanjutan, maka tidak boleh diakui juga bahwa perusahaan itu ramah lingkungan karena memang tidak hijau atau tidak ada upaya untuk penghijauan (Kaplan, 2011). Ada juga pertanyaan lainnya untuk semakin menentukan apabila sebuah produk atau jasa dapat diakui sebagai ramah lingkungan atau tidak, namun meskipun begitu tetap saja ada perusahaan yang mengakui sebagai ramah lingkungan hanya supaya dapat tampil berbeda atau unggul di pasar dibandingkan para kompetitornya.

Dianjurkan untuk menjadi lebih transparan dalam hal pengungkapan terkait tindakan yang dianggap sebagai berkelanjutan atau dianggap sebagai CSR dari perusahaan. Dari ASIC (Australian Securities and Investments Commission), diperketat terhadap mereka yang mengakui produk atau jasa mereka sebagai hijau atau ramah lingkungan. Disebutkan keperluan untuk menggunakan label yang lebih jelas & tidak ambigu supaya dijelaskan seadanya dan tidak membuat konsumen membuat asumsi-asumsi. Diperlukan juga perusahaan-perusahaan memberi definisi mereka sendiri atas istilah-istilah yang berkaitan dengan keberlanjutan supaya para konsumen pun dapat memahami informasi yang disampaikan dengan mudah. Terakhir terdapat keperluan perusahaan untuk menjelaskan dengan detail pertimbangan berkaitan dengan keberlanjutan yang dilakukan untuk memilih atau menentukan strategi perusahaan dalam investasi, supaya bisa diakui juga apabila secara keseluruhan perusahaan memang ada tujuan untuk mengejar keberlanjutan atau hanya sekedar kata-kata saja (Cavicchia, 2022).

Referensi:

  • Cavicchia, M. (2022, November 4). Red flags for greenwashing. Publicaccountant. Retrieved May 8, 2023, from https://www.publicaccountant.com.au/blog/red-flags-for-greenwashing
  • Kaplan, J. (2011, August 12). The Red Flags of Greenwashing. Reuters. Retrieved May 8, 2023, from https://www.reuters.com/article/idUS12992556520110812
  • ToppersNotes. (2022, November 10). Red flags over ‘greenwashing’ at COP27 — what is it? ToppersNotes. Retrieved May 8, 2023, from https://web.toppersnotes.com/current-affairs/blog/red-flags-over-greenwashing-at-cop27-what-is-it-SHvN/

Image Source: Google Images