Digital Innovation and Digital Capabilities

Seiring dengan kemajuan zaman, dunia telah memasuki perkembangan yang terjadi secara berkelanjutan dengan bergeraknya aktivitas menuju era revolusi industri 4.0 yang menghadirkan berbagai teknologi modern untuk menunjang kinerja perusahaan. Timbulnya dorongan untuk menciptakan solusi yang inovatif telah menghantarkan serangkaian kegiatan industri menjadi lebih cepat dan fleksibel dalam mencapai tujuannya, sehingga ditengah perputaran perubahan yang dinamis membutuhkan sebuah kerangka strategi yang mampu merevitalisasi dunia bisnis (Sorescu, 2017). Menurut Gupta et al., (2020) perkembangan artificial intelligence, cloud, dan sebagainya telah memodifikasi atau merekonstruksi struktur dalam bisnis untuk beradaptasi dengan situasi yang dihadapi, dimana Munoko et al., (2020) memprediksi pertumbuhan produktivitas secara global mencapai $6.6 triliun pada tahun 2030.

Tingginya kemajuan teknologi telah melahirkan istilah digital innovation (Inovasi digital) dan digital capability (Kapabilitas digital) yang telah diangkat pada beberapa penelitian (Khin & Ho, 2019; Nambisan et al., 2017) untuk menggambarkan peristiwa akibat pertumbuhan teknologi. Menurut Nambisan et al., (2017) digital innovation merupakan sebuah temuan baru yang bertujuan untuk menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi, dimana dengan mentransformasikan prospek bisnis menjadi berbasis digital akan mempengaruhi jalannya produksi dan transaksi pada pasar. Sedangkan, menurut Khin & Ho, (2019) menjelaskan digital capability menunjukan adanya pembaruan pada suatu proses infrastruktur, pelayanan jasa, dan sebagainya yang menjadi lebih cepat dengan dukungan kemampuan yang memadai dalam mengoperasikan suatu sistem. Selain itu, dengan terintegrasi kepada bagian non-IT akan memperbarui kualitas operasional yang lebih maju, dimana menyajikan informasi yang representatif dan terpercaya dalam waktu cepat.

Akuntansi sebagai pihak yang berperan penting untuk menyajikan informasi keuangan yang menggambarkan pergerakan perekonomian suatu entitas telah dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan teknologi. Hal tersebut diungkapkan oleh Friday & Japhet, (2020) bahwa peran akuntan akan semakin terbuka lebar dengan adanya pengaruh dari transformasi digital, seperti memastikan dalam menganalisis laporan keuangan yang terbebas dari serangan siber pada data, menerapkan cloud dalam menyusun laporan, hingga membaca pergerakan data transaksi dalam jumlah besar yang kemudian dikomunikasikan kepada pihak kepentingan untuk mengambil keputusan dengan efisien. Tentunya perubahan yang terjadi pada sektor akuntansi akan berdampak kepada para akuntan yang memiliki latar belakang non-IT menjadi memahami kegunaan dari penerapan teknologi tersebut (Kurniawan & Mulyawan, 2023). Dengan mengadopsi teknologi yang tepat akan meningkatkan kualitas performa pekerjaan, baik dalam skala organisasi maupun individu, mengingat beredarnya jumlah teknologi yang semakin berkembang.

Namun, menurut Malchenko et al., (2020) dengan menggunakan eurostat data pada tahun 2015 menyatakan bahwa masyarakat dengan rentang umur 16 – 74 tahun terdapat 44.5% pada populasi European Union yang tidak memiliki kemampuan menggunakan teknologi dengan baik. Ketidakmampuan individu dalam menerapkan teknologi akibat adanya rasa takut yang timbul karena melihat keberadaan teknologi sebagai ancaman, dimana dalam laporan ACCA pada tahun 2021 pada penelitian Kurniawan & Mulyawan, (2023) menyatakan terdapat sekitar 50% generasi muda yang mengkhawatirkan pertumbuhan teknologi akan mengikis lapangan pekerjaan. Hal tersebut dapat menghambat pertumbuhan transformasi digital karena tingkat gap antara manusia dengan teknologi sebesar 77% (Khin & Ho, 2019). Selain itu, pertumbuhan teknologi selain menunjukan keunggulan juga terdapat risiko yang berpotensi mengancam keberadaan organisasi, dimana (Stankovic et al., 2021) menjelaskan dampak dari kehadiran teknologi selain meningkatkan digital competitiveness juga berakibat kepada kerentanan sistem. Sistem yang rentang sangat rawan untuk terkena serangan dari pihak eksternal, seperti hacker, cracker, phising, dan kejahatan lain yang merugikan perusahaan maupun pihak pemangku kepentingan.

Pada hasil penelitian Khin & Ho, (2019) menunjukan dengan memberdayakan sumber daya secara memadai, baik pada manusia maupun susunan infrastruktur teknologi cenderung membuka peluang yang lebih besar bagi perusahaan dalam memahami pertumbuhan trend di pasar serta memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cepat. Hal tersebut tentu selaras dengan peran akuntan untuk memastikan penyajian laporan keuangan yang terbebas dari kecurangan, informatif, dan efektif, yang dengan demikian membantu proses pengambilan keputusan dengan lebih cepat tanpa adanya ancaman berupa delay. Akuntan dengan adanya perkembangan sistem informasi dan akuntansi tidak hanya sekedar melaksanakan pencatatan laporan keuangan, melainkan juga menggali kapasitas yang lebih baik seperti memiliki kemampuan analitik yang handal, daya komunikasi yang mudah dipahami, hingga ketangkasan dalam berpikir maupun bertindak untuk memecahkan masalah dengan cepat.

REFERENSI

  • Friday, I., & Japhet, I. (2020). Information technology and the accountant today: What has really changed? Journal of Accounting and Taxation. https://doi.org/10.5897/jat2019.0358
  • Gupta, S., Meissonier, R., Drave, V. A., & Roubaud, D. (2020). Examining the impact of Cloud ERP on sustainable performance: A dynamic capability view. International Journal of Information Management. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2019.10.013
  • Khin, S., & Ho, T. C. F. (2019). Digital technology, digital capability and organizational performance: A mediating role of digital innovation. International Journal of Innovation Science. https://doi.org/10.1108/IJIS-08-2018-0083
  • Kurniawan, Y., & Mulyawan, A. N. (2023). The Role of External Auditors in Improving Cybersecurity of the Companies through Internal Control in Financial Reporting. Journal of System and Management Sciences. https://doi.org/10.33168/JSMS.2023.0126
  • Munoko, I., Brown-Liburd, H. L., & Vasarhelyi, M. (2020). The Ethical Implications of Using Artificial Intelligence in Auditing. Journal of Business Ethics. https://doi.org/10.1007/s10551-019-04407-1
  • Nambisan, S., Lyytinen, K., Majchrzak, A., & Song, M. (2017). Digital innovation management: Reinventing innovation management research in a digital world. MIS Quarterly: Management Information Systems. https://doi.org/10.25300/MISQ/2017/411.03
  • Sorescu, A. (2017). Data-Driven Business Model Innovation. Journal of Product Innovation Management. https://doi.org/10.1111/jpim.12398
  • Stankovic, J. J., Marjanovic, I., Drezgic, S., & Popovic, Z. (2021). The digital competitiveness of european countries: A multiple-criteria approach. Journal of Competitiveness. https://doi.org/10.7441/JOC.2021.02.07

Image Sources: Google Images

Archie Nathanael Mulyawan, S.Ak., Cert.DA.