Dengan semakin maraknya pelaku kejahatan yang mengadopsi teknologi untuk memperoleh keuntungan pribadi, tentunya mengakibatkan tingkat kerugian yang sangat tinggi, terutama dari aktivitas cryptocurrency fraud. Berdasarkan artikel Startupill mengungkapkan bahwa dari tindakan investment fraud yang mendorong masyarakat untuk berinvestasi kepada coin atau token cryptocurrency dengan keuntungan 700 – 1.200%, sekitar 15% dari total keseluruhan dana yang diinvestasikan akan berpotensi mengalami kegagalan pasar atau dicuri datanya.

Dengan adanya tindakan kejahatan tersebut disarankan untuk melakukan investasi pada Ethereum yang secara garis waktu lebih meyakinkan daripada memperoleh laba dalam waktu singkat yang mencurigakan. Kemudian pada Phising Scam di tahun 2019, terdapat $4 miliar kerugian akibat dari pencurian coin cryptocurrency. Terakhir melalui skema Cryptocurrency Pyramid atau yang dikenal sebavai Ponzi schemes menyebabkan scam kerugian sebesar $7 juta TRON Cryptocurrency yang berdampak kepada perekonomian para investor dan pasar.

Dari kedua artikel yang bertujuan untuk mendukung penjelasan terkait dengan Cryptocurrency Fraud adalah bagaimana tingkat pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh masyarakat lawas masih kurang, sehingga banyak yang terkena tipuan dari pelaku. Hal tersebut dibuktikan pada artikel Startupill bahwa 7.000 user mengeluhkan tingkat kejahatan pada kripto yang terus mengalami perkembangan pesat, sejak tahun 2020 dan seterusnya.

Tindakan kejahatan yang dilakukan oleh pelaku pun juga bervariasi dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi untuk memperoleh data pribadi atau asset perusahaan dengan membobol tingkat keamanan data. Hal tersebut diperlihatkan bagaimana dengan adanya scam fraud dan cryptocurrency pyramid schemes telah merugikan jutaan hingga miliaran dollar, yang dengan demikian mempengaruhi perputaran keuangan dan perekonomian pasar. Terakhir, bagaimana investor juga berlomba selain memahami dampak dari kegunaan teknologi juga perlu mewaspadai tingkat kejahatan yang marak terjadi. Mendukung penjelasan sebelumnya, dalam artikel yang dipublikasikan oleh Kari Paul and Agency yang mengungkapkan bagaimana Forsage Website yang diluncurkan pada Januari 2022 dikatakan oleh US Security of Exhanges Company (SEC) bahwa dengan adanya transaksi via smart contract, Ethereum, Tron, dan Binance blockchain mengakibatkan tingginya pyramid fraud schemes.

Pertumbuhan kasus scam, phising, dan malware juga terjadi di Indonesia dan terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan waktu yang menghadirkan berbagai jenis teknologi modern. Beberapa kasus ditemukan, dimana dalam soal ini menggunakan sumber dari Kompas yang mengindikasikan kemampuan masyarakat di Indonesia masih membutuhkan informasi dan pengetahuan lebih dalam menerapkan teknologi.

Berdasarkan artikel yang dituliskan di Kompas mengungkapkan kasus spam, hoaks, dan phisisng di Indonesia sepanjang tahun 2019 terdapat 1.617 laporan atas kasus kejahatan siber. Hal tersebut terjadi melalui Whatsapp yang mengaku sebagai kerabat atau teman dekat, memberikan harapan bahwa user akan memperoleh hadiah bila melakukan transfer sejumlah uang, dan adanya tautan mencurigakan yang mengarahkan kepada phising. Dengan adanya beberapa kejadian yang disampaikan sebelumnya menyebabkan user menjadi rugi kehilangan uang atau data mereka dengan jumlah yang besar. Oleh karena itu, penting bagi para pengguna sistem dalam perusahaan baik untuk auditor maupun akuntan agar dapat beradaptasi mengikuti perubahan zaman agar dapat mencegah terjadinya risiko berupa pencurian data hingga lemahnya tingkat keamanan data yang berdampak kepada penyajian laporan keuangan. Dengan terbentuknya kesadaran sejak dini dapat membangun kewaspadaan kepada para pelaku kejahatan yang telah bersinergi dengan teknologi.

REFERENSI

Image Sources: Google Images