Sudah menjadi pertanyaan yang berlangsung sejak lama mengenai siapakah yang harus dipilih sebagai CEO. Salah satunya terkait dengan perbedaan argument apakah CEO harus berasal dari individu yang berasal dari dalam perusahaan atau telah merintis karirnya di dalam perusahaan ataukah CEO harus dipilih dari individu yang berasal dari luar perusahaan. Berbagai perdebatan pun muncul, utamanya terkait dengan keuntungan dan kekurangan dari individu-individu dengan karakteristik tersebut. Seperti misalnya, CEO yang dipilih dari individu yang telah berkarir di perusahaan akan lebih mengenal kondisi dan aturan-aturan yang ada di dalam perusahaan. Sehingga akan dibutuhkan lebih sedikit waktu penyesuaian saat individu tersebut dipilih menjadi CEO. Disisi lain, CEO yang dipilih dari individu yang berasal dari luar perusahaan dinilai dapat membawa pandangan dan pengetahuan baru bagi perusahaan. Meskipun perdebatan tersebut belum usai, sejak beberapa tahun yang lalu muncul perdebatan lain mengenai apakah CEO harus dipilih dari individu yang memiliki kemampuan umum (generalist CEO) atau kemampuan spesifik (specialist CEO).

Beberapa penelitian terdahulu telah membahas mengenai perbedaan antar generalist CEO dan specialist CEO. Secara umum, generalist CEO adalah CEO yang memiliki latar belakang karir dan pengalaman yang sangat beragam (Li and Patel, 2019 dan Chatjuthamard and Jiraporn, 2021). Dengan keberagaman yang dimilikinya tersebut, maka seorang CEO dengan sifat generalist akan mampu beradaptasi dengan cepat dan mampu menerapkan pengetahuannya di tempat dan/atau kondisi yang beragam. Dengan kata lain, seorang generalist CEO memiliki pengetahuan yang dapat dengan mudah di transfer ke berbagai industri dan perusahaan. Sedangkan specialist CEO dipandang sebagai individu yang pengalaman dan latar belakang karirnya sangat erat dengan satu spesifik industri atau perusahaan saja. Dengan latar belakang tersebut, specialist CEO dianggap memiliki pengetahuan yang sangat spesifik atau khusus. Hal tersebut dinilai dapat mengakibatkan seorang specialist CEO kesulitan apabila dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan baru, khususnya permasalahan dengan kondisi atau lingkungan yang berbeda dengan latar belakang pengetahuan yang dimilikinya (Ma et al., 2021).

Meskipun dari penjelasan diatas dapat dilihat bahwa generalist CEO adalah pilihan yang lebih baik akibat memiliki berbagai keuntungan, bukan berarti CEO dengan karakteristik tersebut tidak memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan yang sering dikaitkan dengan generalist CEO adalah terkait dengan kemudahannya untuk berpindah tempat kerja. Seorang generalist CEO dapat dengan begitu saja meninggalkan tempatnya bekerja dan berpindah ke perusahaan lain. Kondisi tersebut dapat berarti bahwa generalist CEO akan tidak memperdulikan kondisi jangka panjang perusahaan. Selain itu, dengan kemudahan untuk berpindah tempat kerja, maka generalist CEO memiliki kecenderungan untuk mengambil kebijakan yang beresiko tinggi dan mungkin saja merugikan bagi kondisi jangka panjang perusahaan.

References:

  • Chatjuthamard, P. and P. Jiraporn (2021), How do independent directors view generalist CEOs? Evidence from an exogenous regulatory shock. Working paper, Pennsylvania State University.
  • Li, M. and Patel, P. C. (2019), Jack of all, master of all? CEO generalist experience and firm performance. The Leadership Quarterly, 30 (3), 320-334.
  • Ma, Z., Ruan, L., Wang, D. and Zhang, H. (2021), Generalist CEOs and Credit Ratings*. Contemporary Accounting Research, 38, 1009-1036.

Image Sources: www.pexels.com