Dalam sebuah teori yang bernama “upper echelon theory”, Hambrick & Mason (1984) berargumen bahwa keputusan perusahaan dipengaruhi oleh sifat dan karakter dari seorang (Chief Executive Officer) CEO perusahaan tersebut. Teori tersebut mendorong para peneliti untuk menguji pengaruh dari karakteristik seorang CEO terhadap perilaku perusahaan ataupun hasil dari perilaku perusahaan tersebut. Misalnya, Hirshleifer et al. (2012) menemukan bahwa sikap percaya diri dari seorang CEO berbanding lurus dengan inovasi perusahaannya. Senada dengan penelitian tersebut, beberapa peneliti mengaitkan sifat narsis dari seorang CEO dengan karakter-karakter yang bersifat positif dan merupakan karakter yang tepat bagi seorang pemimpin. Sebagai contohnya, Hogan & Kaiser (2005) dan Olsen et al. (2014) menyatakan bahwa sifat narsisisme berkaitan dengan kepercayaan diri, karisma, kewenangan, dan rasa unggul. Meskipun begitu, terdapat beberapa penelitian yang mengaitkan narsisisme dengan karakter-karakter yang bersifat negative. Sebagai contohnya, narsisisme dikaitkan dengan sikap sombong, mementingkan kepentingan sendiri, eksibisionisme, ketidakmampuan untuk belajar dari kesalahan, dan kekaguman yang berlebihan pada diri sendiri (Emmons (1987); Hogan & Kaiser (2005); & Olsen et al. (2014)). Lebih dari itu, beberapa peneliti menyatakan bahwa seseorang dengan jiwa narsis dapat melakukan tindakan yang ceroboh, utamanya adalah saat tindakan tersebut merupakan cara untuk mencapai keberhasilan atau mengejar peluang (Campbell et al., (2000) & Wallace & Baumeister (2002)).

Artikel ini akan membahas beberapa metode yang digunakan oleh penelitian terdahulu untuk mengukur tingkat narsisime dari seorang CEO. Metode pengukuran yang pertama adalah metode pengukuran narsisisme dengan menggunakan karakteristik dari foto CEO. Pengukuran ini dapat menggunakan foto dari CEO yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaan. Pengukuran metode ini dipelopori oleh Olsen and Stekelberg (2016). Mereka berargumen bahwa foto dapat merefleksikan sifat narsisme dari seseorang. Olsen and Stekelberg (2016) menggunakan skala untuk menilai foto dari CEO yang kemudian skala itu akan merefleksikan tingkat narsisisme dari seorang CEO. Dalam pengukuran berdasarkan metode Olsen and Stekelberg (2016) ini, semakin besar dan dominan foto seorang CEO maka hal tersebut mengindikasikan bahwa sang CEO memiliki sifat narsis yang lebih besar.

Metode kedua yang digunakan oleh para peneliti untuk mengukur tingkat narsisisme seseorang adalah dengan melihat ukuran dari tanda tangan orang tersebut. Terkait dengan pengukuran narsisisme dari seorang CEO, metode tersebut dapat digunakan dengan cara mengukur tanda tangan CEO yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaannya. Metode ini dipelopori oleh Ham et al. (2018). Dalam metode ini, narsisime seorang CEO akan dilihat dengan cara mengukur area tanda tangan dari seorang CEO. Semakin besar ukurang tanda tangan CEO maka hal tersebut akan menandakan bahwa CEO tersebut memiliki sifat narsisisme yang legih tinggi.

REFERENSI:

  • Campbell, W. K., Reeder, G. D., Sedikides, C., & Elliot, A. J.(2000). Narcissism and comparative self-enhancement strategies. Journal of Research in Personality, 34 (3), 329–347.
  • Emmons, R., A.(1987). Narcissism: Theory and measurement. Journal of Personality and Social Psychology, 52 (1), 11 – 17.
  • Hambrick, D. C., & Mason, P. A.(1984). Upper echelons: The organization as a reflection of its top managers. Academy of Management Review, 9 (2), 193 – 206.
  • Hirshleifer, D., Low, A., Teoh, S.(2012). Are Overconfident CEOs better Innovators? Journal of Finance, 67, 1457–1498.
  • Hogan, R., & Kaiser, R.(2005). What we know about leadership. Review of General Psychology, 9 (2), 169–180.
  • Olsen, K. J., Dworkis, K. K., & Young, S. M.(2014). CEO narcissism and accounting: A picture of profits. Journal of Management Accounting Research, 26 (2), 243–267.
  • Olsen, K. J., & Stekelberg, J.(2016). CEO Narcissism and Corporate Tax Sheltering. The Journal of the American Taxation Association. 38 (1). 1 – 22.
  • Wallace, H. M., & Baumeister, R. F.(2002). The performance of narcissists rises and falls with perceived opportunity for glory. Journal of Personality and Social Psychology, 82 (5), 819–834.

Image Sources: https://www.pexels.com/