Sebagai seorang akuntan professional sudah tidak asing lagi bahwa era persaingan sudah semakin ketat dan pesat, khususnya dengan munculnya beragam teknologi inovatif yang siap meningkatkan performa dunia industri secara otomatis. Hal ini mengingatkan bahwa sebagai manusia, diperlukan adanya keunggulan terbaru sebagai nilai yang dapat diciptakan agar dapat tetap bertahan dalam era transformasi digital.

Pada Bulan Oktober 2020, World Economic Forum (WEF, 2020) mengeluarkan sebuah laporan berjudul “The Future of Jobs Report, 2020” yang mengindikasikan bagaimana perubahan dalam dunia industri telah terjadi secara signifikan, sehingga mempengaruhi terhadap seluruh aspek dan pihak yang terdapat didalamnya untuk memiliki beberapa kemampuan baru agar dapat bertahan terhadap pertumbuhan teknologi yang semakin besar. Akibat dari pertumbuhan teknologi tersebut, telah meningkatkan ledakan permintaan pasar dalam jumlah besar, sehingga akuntan dituntut untuk mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang menghasilkan big data tersebut. Maka, (WEF, 2020) memberikan beberapa solusi terkait dengan pengembangan manusia untuk mampu berkontribusi penuh dalam dunia industri, khususnya dengan terciptanya beragam teknologi, karena diperkirakan juga bahwa kemajuan teknologi berpotensi mengurangi beberapa sektor pekerjaan, sehingga tercipta beberapa poin yang terdiri dari:

  1. Analytical thinking and innovation: Setiap manusia harus dapat berinovasi untuk menemukan informasi tersembunyi yang dapat menghantarkan kepada peluang baru.
  2. Active learning and learning strategies: Memiliki daya juang untuk selalu mempelajari hal baru agar dapat mengatur strategi yang tepat dalam mencapai tujuan.
  3. Creativity, originality, and initiative: Sebuah ide dapat tercipta dengan adanya kreativitas sebagai landasan untuk menghasilkan originalitas tersendiri sebagai nilai yang dihasilkan, dimana ide tersebut inisiatif tercipta berdasarkan keinginan sendiri.
  4. Technology use, monitoring, and control: Kemampuan untuk mengoperasikan teknologi untuk meningkatkan pengendalian dan pengawasan operasional.
  5. Complex problem solving: Memiliki kemampuan untuk dapat memecahkan masalah secara berkala dan mampu menyajikan solusi secara jangka panjang.
  6. Critical thinking and analysis: Memiliki pemikiran kritis disertai kemampuan advanced analysis untuk membantu menemukan solusi yang memadai dan relevan.
  7. Technology design and programming: Transformasi profesi, seperti hal nya akuntan yang dapat beralih menjadi data scientist tanpa menghilangkan nilai dari sisi akuntansinya.
  8. Resilience, stress tolerance, and flexibility: Memiliki kemampuan untuk dapat bekerja dari mana saja dan mampu menghadapi serta beradaptasi dengan perubahan secara berkala.
  9. Leadership and social influence: Memiliki kemampuan kepemimpinan yang berkembang, seperti menjadi role model, ikut terjun ke lapangan, hingga memotivasi rekan kerjanya.
  10. Reasoning and ideation: Setiap hal baru tercipta dari adanya sebab yang menghasilkan akibat. Hal ini dapat menjadi landasan bagi manusia untuk memahami siklus dan kondisi yang sedang terjadi, sehingga dapat mengeluarkan statement atau ide baru untuk meningkatkan performa di masa mendatang.

Membahas lebih lanjut, dalam laporan yang dikeluarkan World Economic Forum menyatakan bagaimana di masa mendatang dunia industri akan semakin mengurangi jumlah tenaga kerja sebesar 53% hingga tahun 2025, sehingga diperlukan persiapan sejak dini agar dapat terbuka dan mampu beradaptasi terhadap situasi dan kondisi apapun.

REFERENSI:

  • World Economic Forum. (2020). October.