Gen Z atau disebut sebagai Generation Z merupakan generasi muda yang disebut sebagai generasi milenial yang dimulai dari tahun 1995 – 2010, dimana mereka telah menjalani hidup sedari dini dengan bersinggungan kepada dunia teknologi, sehingga yang menjadi nilai tambah bagi Gen Z ketimbang generasi sebelumnya adalah bagaimana mereka jauh lebih siap untuk menjalani kehidupan berbasis digitalisasi. Hadirnya smartphone berbasis internet dapat memudahkan mereka untuk terhubung secara virtual, adanya komputer semakin memudahkan proses pengerjaan laporan ataupun tugas yang diberikan, sehingga mendorong pertumbuhan Gen Z yang lebih siap dalam mengimplementasikan teknologi.

Menurut laporan ACCA, (2020) menjelaskan bagaimana maraknya pertumbuhan teknologi telah mentransformasikan seluruh pihak baik perusahaan maupun akuntan yang berperan sebagai tiang utama dalam dunia bisnis untuk beralih ke ranah teknologi yang mampu menghasilkan informasi dengan cepat dan akurat, dimana dapat meningkatkan transparansi serta akuntabel untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan di masa mendatang. Hal ini dibuktikan bagaimana dahulu akuntan memerlukan waktu lama untuk memperoleh data, memiliki keterampilan sepenuhnya untuk membuat laporan keuangan secara manual, hingga menyerahkan kepada manajemen dan pimpinan perusahaan yang seringkali mengalami delay atau error. Terjadinya perubahan teknologi telah memberikan banyak nilai peluang baru untuk menjamin keberlangsungan dunia akuntan agar dapat memiliki pengalaman yang baru (Raguseo, 2018).

Sebagai generasi muda penerus, sudah sewajarnya apabila profesi akuntan di masa mendatang memerlukan terobosan baru agar terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan zaman dengan meminimalisir kesenjangan antara manusia dengan teknologi informasi. Maka, pada tahun 2021 ACCA telah menerbitkan sebuah laporan yang berjudul “Groundbreakers: Gen Z and The Future of Accountancy” yang menuliskan bagaimana transformasi para akuntan di seluruh dunia akan berorientasi sepenuhnya ke ranah teknologi tanpa menghilangkan sisi akuntansinya, yang tentunya perubahan tersebut akan dihantarkan oleh generasi muda. Pada tahun 2020an, jumlah dunia industri yang telah berbasis teknologi disebabkan oleh adanya tuntutan untuk mampu memenuhi ledakan pertumbuhan teknologi, pesatnya permintaan pasar, peningkatan harmonisasi lingkungan dan komunitas, serta menghasilkan laba semaksimal mungkin dengan penggunaan biaya yang efisien. Hal ini memberikan peluang kepada akuntan untuk memperbarui kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki agar dapat bersaing secara global dengan memiliki pengalaman baru yang bermanfaat untuk menunjang profesi akuntan secara jangka panjang.

Dalam laporan ini, ACCA menjelaskan bahwa terdapat 3 hal utama yang dapat menciptakan nilai baru bagi akuntan untuk menyelami berbagai jenis peluang yang dapat dimiliki oleh seluruh akuntan muda, yang terdiri dari:

  1. Smart Technology:
    Transformasi digital telah merekonstruksi seluruh struktur organisasi dan fungsi setiap profesi yang terdapat didalamnya, dimana dengan hadirnya teknologi seperti Artificial Intelligence, Edge Computing, Blockchain, Cloud, dan lainnya dapat mengubah kinerja performa yang menjadi lebih efektif, penyaluran informasi yang terintegrasi, serta bagaimana dapat menyajikan informasi dengan cepat dan relevan.
  2. Skills and Education 4.0:
    Pentingnya pendidikan secara berkelanjutan dapat membantu mengevolusikan pemikiran maupun sikap untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan yang bertujuan untuk mencegah terjatuhnya ke era disrupsi. Oleh karena itu, sebagai generasi muda perlunya memiliki kemampuan teknikal serta beberapa kemampuan lainnya seperti inovasi, komunikasi, dan kreativitas untuk dapat selalu menciptakan ide baru dan mengembangkan aktivitas yang berjalan agar dapat menjadi lebih baik.
  3. Careers Transformed:
    Hadirnya megatrends berupa pertumbuhan teknologi, telah mengubah kegiatan yang berlangsung secara signifikan yang menghantarkan kepada bentuk transformasi baru pada karir yang ada. Akuntan sebagai penopang dunia bisnis akan menjadi profesi yang jauh lebih memadai dengan beralih ke ranah IT seperti menjadi data analyst yang dapat menyajikan informasi dengan visual yang lebih baik. Selain itu sebagai akuntan generasi muda, dapat meningkatkan portfolio dan pengalaman baru untuk menciptakan sebuah tujuan baru.

Three Waves of Opportunity Shaping the Careers of Gen Z, (ACCA, 2021)

REFERENSI

  • ACCA. (2020). Future ready: Accountancy careers in the 2020s. 1–72. https://www.accaglobal.com/in/en/professional-insights/pro-accountants-the-future/future_ready_2020s.html
  • ACCA. (2021). Groundbreakers: Gen Z and Future Accoutancy Global Report ACCA – IFAC 2021
  • Raguseo, E. (2018). Big data technologies: An empirical investigation on their adoption, benefits and risks for companies. International Journal of Information Management, 38(1), 187–195. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2017.07.008

Image Sources: Google Images