Tips Mengelola Arus Kas pada Bisnis Online

Author: Jonathan Theodore Kesuma

Arus kas atau dikenal juga dengan cash flow merupakan aliran dana yang keluar dan masuk pada jumlah kas ataupun setara kas. Laporan kas memegang peranan yang tidak kalah penting dengan laporan laba rugi pada suatu perusahaan dalam hal mengelola keuangan bisnis online. Walaupun demikian, kas sangat berbeda dengan laba atau pendapatan di dalam bisnis online yang anda kelola.

Jumlah uang tunai atau piutang yang dihasilkan dari hasil penjualan produk bisnis Anda inilah yang dimaksud dengan pendapatan. Ada kemungkinan bahwa sebagian pendapatan tersebut tidak akan menjadi uang tunai, karena posisinya sebagai piutang tak tertagih. Di sisi lain laba merupakan surplus pendapatan usaha sesudah dikurangi semua pengeluaran dalam satu periode akuntansi tertentu. Oleh sebab itu, setengah kas bisa jadi tidak berasal dari pendapatan. Tetapi, bisa saja berasal dari dana utang ataupun pinjaman yang didapat dari bank atau justru tambahan modal dari pemilik bisnis tersebut.

Bisnis online tak luput perlu menyusun laporan arus kas supaya operasional perusahaan tetap berjalan dengan lancar sehingga dapat mencapai target pendapatan yang direncanakan. Berikut ini merupakan tips bagaimana cara mengelola arus kas bisnis online yang tepat, diantaranya:

1. Menetapkan saldo awal
Laporan-laporan yang akan dihasilkan melalui sistem informasi akuntansi yang dipakai dalam suatu bisnis sangat dipengaruhi oleh penetapan saldo awal. Langkah ini menjadi pondasi ketika ingin menyusun pencatatan keuangan pada suatu bidang usaha, mulai dari bentuk perorangan sampai yang berbentuk lembaga. Oleh sebab itu, penyusunan saldo awal pada bisnis online yang anda kelola tidak boleh dilewatkan begitu saja.

2. Analisis arus kas
Lanjutkanlah tahapan analisis arus kas setelah mengetahui besaran saldo awal untuk mengelola arus kas bisnis online. Caranya yaitu dengan mempraktekkan melacak arus kas masuk dan arus kas keluar pada perusahaan. Hasil yang ditemukan bisa memudahkan anda dalam menulis laporan arus kas perusahaan. Laporan arus kas tersebut juga bisa menjadi alat pertanggungjawaban arus kas keluar dan arus kas masuk selama periode laporan.

3. Proyeksi penerimaan kas
Jika bisnis online yang anda kelola bukan bidang yang menekuni usaha ritail atau layanan yang dibayar tunai, melainkan hasil dari penjualan yang berbentuk tagihan piutang, maka anda perlu memantau piutang Anda. Anda disarankan supaya memproyeksikan penerimaan kas tersebut dengan cara membuat tabulasi piutang. Tabulasi tersebut bertujuan atau pengelompokan piutang tanggal jatuh tempo sehingga Anda mampu mengetahui kapan dan berapa jumlah uang tunai yang didapat. Anda juga perlu mempertimbangkan kemungkinan apabila ada pelanggan yang mau bayar utang dan perkirakan kapan mereka bisa membayar tagihan berikutnya.

4. Membuat rencana pengeluaran kas
Anda juga disarankan membuat daftar rencana pengeluaran kas dalam mengelola arus kas. Lakukanlah identifikasi pada semua kewajiban Anda dan mengetahui waktu pembayarannya, seperti biaya gaji pegawai, biaya tetap contohnya tagihan Wi-Fi, pulsa dan lain-lain, serta pengeluaran lain yang foto dilakukan antisipasi.

5. Menyusun laporan arus kas
Laporan arus kas dapat sangat membantu anda dalam urusan mengelola arus kas bisnis online. Sebab, laporan ini mempunyai fungsi sebagai indikator jumlah kas di masa mendatang serta membantu penilaian atas rencana arus kas yang sudah dibuat sebelumnya. Laporan arus kas tersebut juga dapat menjadi alat pertanggungjawaban arus kas keluar dan arus kas masuk selama periode laporan.

Bibliography

6 Cara Mengelola Arus Kas Bisnis Online. (2018, March 19). Retrieved from: https://sleekr.co/blog/laporan-arus-kas-bisnis-online/

Novianti, Azizah. (2017). Pengaruh Laba, Arus Kas dan Struktur Kepemilikan Terhadap Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Undergraduate thesis, Stie Perbanas Surabaya.

Image Sources: Google Image

JTK