Author: Jonathan Theodore Kesuma

Teknologi di era ini berkembang pesat dan mampu memacu digitalisasi segala aspek secara signifikan. Dampak dari digitalisasi pun juga menyasar berbagai bidang, termasuk bidang auditing. Audit saat ini menjadi berbeda sama sekali dengan era sebelum kehadiran teknologi. Hal ini terjadi karena bebrapa faktor. Faktor pertama adalah terjadinya peningkatan volume data secara signifikan, sehingga peningkatan ini perlu diimbangi dengan teknologi terbaru yang mampu membantu auditor dalam melakukan analisis data dalam jumlah yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Faktor kedua adalah perubahan pada model bisnis, dimana saat ini sudah banyak perubahan dari operasional bisnis klien, dan pada kasus ini, auditor harus siap dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Faktor berikutnya yang membedakan antara audit terdahulu dengan saat ini ialah perubahan menuju otomatisasi, dimana saat ini kegiatan rutin yang membutuhkan tenaga manusia digantikan oleh teknologi, serta sistem yang sudah beralih dengan digitalisasi agar lebih efektif dan efisien. Melakukan minimalisir pada kegiatan manusia dianggap mampu membantu mengurangi error. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah permintaan atas pendekatan audit yang lebih proaktif dan mementingkan masa depan. Teknolog iyang saat ini digunakan seperti AI atau machine learning menciptakan transformasi pada profesi audit, yang membuat kegiatan audit yang lebih reaktif dan mementingkan kejadian historis menjadi audit yang proaktif. Pada hal ini, peranan auditor sebagai kustodian dan penerjemah dari fondasi data yang tersedia. Teknologi menawarkan kesempatan untuk memproduksi audit dengan kualitas yang lebih baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Terdapat beberapa teknologi yang membawa perubahan besar dalam audit. Teknologi yang ada tidak hanya berdampak pada profesi audit, tapi juga mencakup sarana yang tersedia ataupun sistem yang akan diaudit. Beberapa teknologi yang memiliki andil besar dalam perubahan di dunia audit adalah:

  • Artificial intelligence (AI): AI merupakan teknologi yang membekali komputer dengan perangkat yang menyerupai kecerdasan manusia. AI menjadi payung utama dari teknologi lainnya, karena AI bisa digunakan dan dikombinasikan dengan berbagai macam cara. Kecerdasan pada AI mampu menggabungkan kemampuan proses dengan akses atas data. Hal ini mampu memberikan keuntungan pada masyarakat, karena penerapan AI mampu membantu melakukan analisis atas keseluruhan data untuk mengidentifikasi pola ataupun pengecualian.
  • Robotic process automation (RPA): RPA merupakan teknologi yang bentuknya menyerupai sheet excel yang canggih dan kompleks. RPA pada umumnya digunakan ketika output dari suatu proses finansial digunakan sebagai input di kegiatan lainnya. penerapan RPA membuat pekerjaan yang lebih akurat dan terukur.
  • Data analytics: data analytics memungkinkan auditor untuk melakukan testing atas 100% populasi data, sehingga mampu memberikan nilai dan sudut pandang yang lebih jauh. Meski demikian, auditor tetap mampu mempertimbangkan faktor lain yang mampu membantu auditor memastikan kelengkapan transaksi, yang memiliki andil dalam jasa Data analytics juga bisa dikembangkan untuk meningkatkan tingkat deteksi fraud sertaa meningkatkan kualitas analisis dan prediksi.
  • Machine learning: teknologi yang mengandalkan algoritma untuk digunakan sebagai sarana analisis statistik untuk menghasilkan prediksi dari seperangkat data yang luas. Penerapan machine learning bisa digunakan untuk membantu melakukan prediksi ke depan ataupun ke belakang. Hal yang dimaksud adalah machine learning mampu membantu menemukan fraud dengan melakukan perbandingan atas data historis dengan data yang saat ini dimiliki, atau melakukan prediksi, seperti melakukan valuasi atas aset.
  • Natural language processing (NLP): NLP mengarah pada kemampuan komputer dalam mengenali dan memahami suara manusia. Hal ini dibutuhkan karena dipercayai bahwa auditor tidak bisa mengandalkan data analytics saja untuk menganalisis laporan keuangan, tapi juga perlu untuk mempertimbangkan informasi pendukung lainnya, seperti suara percakapan antarmanusia.
  • Deep learning: deep learning merupakan bagian dari machine learning yang mampu melakukan pekerjaan lebih kompleks, seperti pengenalan atas objek visual. Deep learning di bidang audit diperlukan untuk melakukan analisis atas informasi tidak terstruktur pada perusahaan klien.
  • Teknologi drone, sensor, dan Internet of things (IoT): drone di bidang audit saat ini digunakan untuk melakukan inspeksi atas inventory. Drone sendiri termasuk dalam perangkat turunan dari internet of things, yang menggabungkan antara perangkat fisik dengan sensor melalui protokol internet.
  • Distributed ledger technology (DLT): distributed ledger technology merupakan teknologi yang berupa jurnal umum besar, dan transaksi di dalamnya tidak bisa dihapus, serta transaksi dicatatkan berbasis konsensus dan verifikasi. Dalam proses audit, DLT menjadi sarana penyediaan bukti audit yang lengkap dan mampu memiliki peranan besar dalam kegiatan audit. Meski demikian, auditor tetap perlu untuk melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan serta kebenaran transaksi, karena bukan tidak mungkin transaksi dicatatkan di luar sistem.
  • Cloud technologies: cloud merupakan teknologi yang membuat data disimpan secara online dan mampu diakses melalui perangkat seperti komputer ataupun ponsel. Ini membuat para pekerja mampu bekerja dari rumah. Meski demikian, implementasi cloud akan memaksa sistem perusahaan untuk beradaptasi dengan sistem yang digunakan. Hal ini penting agar fungsi finansial tidak terlampau rumit dan mengurangi kompleksitas pekerjaan auditor.

Melihat fakta bahwa teknologi telah berkembang dengan sangat pesat dan mampu melakukan banyak hal yang sebelumnya mengandalkan tenaga manusia, tentunya perubahan besar sedang terjadi, termasuk peran auditor dalam melakukan kegiatan audit. Auditor di masa mendatang perlu memiliki kemampuan teknis dan etika yang baik, intelegensi yang baik dalam berpikir dan memecahkan masalah, kreatif, mampu beradaptasi dengan teknologi, memiliki kemampuan atas manajemen emosi, mampu menyediakan visi inovatif, dan memiliki pengalaman dan kemampuan untuk mengerti ekspektasi pelanggan serta memenuhi outcome yang diinginkan.

Referensi: https://www.accaglobal.com/gb/en/professional-insights/technology/audit-and-tech.html

Image Sources: Google Image

JTK