Oleh: Jonathan Tanuwijaya

Revaluasi aset merupakan penilaian kembali terhadap aset tetap milik perusahaan. Hal tersebut dilakukan sebab adanya peningkatan nilai aset tetap di pasaran atau sebab turunnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan. Revaluasi aset memiliki tujuan utama yaitu supaya perusahaan melakukan perhitungan terhadap penghasilan dan biaya secara lebih wajar. Dengan demikian, hasil dari revaluasi aset tersebut dapat mencerminkan nilai serta kemampuan perusahaan yang sebenarnya.

Aset yang bisa direvaluasi yaitu aset tetap dalam wujud yang terletak di Indonesia, dan dimiliki serta digunakan untuk mendapatkan, memelihara penghasilan, dan menagih yang merupakan objek dari pajak, seperti asa properti. Intinya, revaluasi aset perlu dilakukan berdasarkan nilai pasar ataupun nilai wajar aset tetap tersebut.

Pada pasal 19 ayat (1) undang-undang nomor 36 tahun 2008 mengenai perubahan keempat atas undang-undang nomor 7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan merupakan salah satu dasar hukum dari peraturan mengenai revaluasi aset. Peraturan tersebut menyatakan bahwa Menteri Keuangan mempunyai wewenang dalam menetapkan beberapa peraturan mengenai penilaian aset kembali dan faktor penyesuaian apabila terjadi ketidak cocokan antara unsur-unsur biaya dengan penghasilan yang disebabkan karena perkembangan harga. Tetapi hal tersebut lebih dari sekedar kewajiban, revaluasi aset tetap sebenarnya membawa sejumlah keuntungan tersendiri bagi suatu perusahaan.

Keuntungan Revaluasi Aset bagi Perusahaan
1. Meringankan kewajiban terhadap perpajakan
Nilai aset perusahaan anda pasti memiliki kemungkinan akan mengalami pertambahan seiring berjalannya waktu. Apabila nilai aset perusahaan bertambah, maka biaya penyusutan juga ikut bertambah. Meningkatnya biaya penyusutan setelah dilakukan evaluasi yang dibebankan dalam laporan keuangan perusahaan bisa membantu dalam meringankan kewajiban perpajakan perusahaan anda pada tahun-tahun berikutnya.

2. Mengontrol permodalan
Dengan adanya revaluasi aset, makan Anda dapat terbantu dalam mengontrol permodalan. Dengan demikian, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) akan ikut turun. Salahku nasabah, para perusahaan non bank pun dapat meminjam lebih banyak sejumlah dana dari bank. Luar biasanya, keuntungan tersebut jalur dengan manfaat yang bisa didapatkan oleh bank. Jika modal mengalami peningkatan, maka rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) juga akan ikut mengalami peningkatan. Hal itu berarti bang bisa mempunyai lebih banyak kemampuan untuk memberikan dana kredit bagi perusahaan dan nasabah lainnya.

3. Menarik minat investor terhadap perusahaan
Sejatinya revaluasi aset bisa membantu dalam meningkatkan performa keuangan perusahaan. Hal tersebut pasti akan sangat berguna supaya bisa menarik para minat investor terhadap perusahaan yang anda kelola. Dengan membekali modal yang kuat, Anda dapat mendapatkan dana dari penawaran saham ataupun penerbitan obligasi. Sejalan dengan itu, kepercayaan para kreditur pun bisa meningkat dengan adanya dampak baik beberapa rasio keuangan perusahaan, terutama yang ditunjukkan oleh debt toassets ratio dan debt to equity ratio.

4. Membawa keuntungan tersendiri bagi perusahaan yang ingin merger
Jika anda mempunyai rencana untuk melakukan merger pada perusahaan anda, maka revaluasi aset dapat membantu anda dalam memudahkan melakukan hal tersebut. Sebab, dengan anda melakukan penilaian kembali terhadap aset tetap pada masing-masing perusahaan yang melakukan merger, maka akan diketahui nilai aset yang sesungguhnya atau nilai wajar untuk perusahaan itu kan baru setelah merger tersebut dilakukan.

Bibliography

Perusahaan Wajib Lakukan Revaluasi Aset, Apa Untungnya? (2017, April 10). Retrieved from: https://sleekr.co/blog/revaluasi-aset-perusahaan/

Nurjanah, Ai. 2013. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Keputusan Revaluasi Aset Tetap pada Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2011, Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia.

JT

Image Sources: Google Image