Keunggulan Penerapan Blockchain Dalam Supply Chain: Pelajaran dari Jaringan Food Trust

Author: Jonathan Theodore Kesuma

Di era revolusi industri 4.0 ini, teknologi berkembang dengan sangat masif. Begitu banyak penemuan teknologi yang ditemukan dan menjadi tulang punggung perusahaan berskala global, seperti artificial intelligence, machine learning, big data, ataupun blockchain technology. Dari semua teknologi yang tersedia, blockchain menjadi salah satu favorit karena memiliki tingkat keamanan yang tinggi, validitas transaksi yang tinggi, sistem yang transparan, serta transaksi yang dilakukan berbasis konsensus dan verifikasi.

Di lain sisi, bisnis pangan berskala global memiliki banyak masalah. Masalah terletak pada kesulitan pelacakan lokasi bahan pangan saat pengiriman, rumit dan banyaknya proses otorisasi dokumen, serta bahan pangan yang kadang rusak saat sampai menjadi titik pelik dalam proses bisnis ini. IBM sebagai salah satu penyedia layanan blockchain melihat bahwa masalah ini mampu diselesaikan melalui penerapan blockchain technology. Inilah ide dasar dari pembuatan jaringan Food Trust.

Food Trust dibangun oleh IBM untuk mendukung proses bisnis pangan dalam skala besar yang kompleks namun komprehensif dan juga mudah dijangkau. Salah satu alasan dasar dari penciptaan layanan ini adalah karena transparansi data yang tinggi yang blockchain miliki. Bisnis jaringan pangan dimulai dari petani, perantara, hingga berakhir ke pelanggan. Penggunaan blockchain pada jaringan Food Trust dilakukan melalui otorisasi oleh pihak tertentu yang diberikan izin otorisasi, sehingga informasi mengenai proses bisnis bisa diakses secara cepat.

Jaringan Food Trust setidaknya memiliki 7 keunggulan utama, yaitu:

  • Meningkatkan efisiensi rantai pasokan (supply chain)
  • Mendorong dan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap toko atau bahan makanan yang dibeli
  • Membantu meningkatkan kesegaran bahan pangan dengan catatan detail transaksi
  • Mencegah fraud dalam proses pencatatan dengan otomatisasi pencatatan
  • Memastikan bahan pangan yang dikirim aman untuk dikonsumsi dan terhindar dari racun atau yang lainnya melalui kemudahan pelacakan
  • Melakukan manajemen atas supply chain dengan baik, sehingga meningkatkan efisiensi transaksi dan mengurangi bahan pangan sisa
  • Mendukung keberlanjutan usaha

Sistem pada Food Trust memiliki 2 modul, yaitu modul trace dan modul documents. Modul trace digunakan untuk memudahkan proses pelacakan atas lokasi bahan pangan yang sedang diproses, sedangkan modul documents digunakan untuk membantu proses otorisasi dokumen yang kerap kali rumit dalam prosesnya. Hal ini juga mendukung untuk menekan biaya otorisasi dokumen yang tinggi dan juga mencegah potensi fraud dalam proses untuk terjadi.

Dari sistem blockchain milik jaringan Food Trust, bisa diketahui bahwa blockchain tidak hanya mampu memberikan keamanan pada data, tapi juga memberikan nilai lebih karena meningkatkan efisiensi dan efektivitas atas proses bisnis dalam suatu entitas. Rantai pasokan yang sebelumnya rumit dan kompleks menjadi lebih sederhana dan lebih mudah untuk dijalankan serta dipantau melalui bantuan teknologi blockchain.

Referensi: https://www.ibm.com/blockchain/solutions/food-trust

Image Sources: Google Image

JTK