Integrasi Sistem Pengendalian Manajemen Melalui Platform Digital

Oleh : Levana Dhia Prawati

Pendahuluan

Sistem pengendalian manajemen adalah sekumpulan kontrol dan mekanisme organisasi yang digunakan perusahaan untuk mewujudkan keselarasan dan koordinasi antar aktifitas-aktifitas dalam organisasi.

TIK menawarkan solusi yang berguna untuk meningkatkan koordinasi kegiatan dan proses. Dalam beberapa dekade terakhir, penyebaran Internet dan perkembangan TIK telah memberikan solusi digital baru yang berguna untuk berbagi ide, informasi dan dokumen, untuk mengelola proyek yang kompleks dan untuk menemukan orang dan detail pribadi mereka. Secara umum, platform ini dapat didefinisikan sebagai “sistem sosio-teknis bersama, tidak terbatas, heterogen, terbuka, dan berkembang, yang terdiri dari basis terinstal dari beragam kemampuan teknologi informasi dan pengguna, operasi, dan komunitas desainnya”.

Penelitian tentang platform digital pada dasarnya difokuskan pada masalah organisasi, sementara sedikit penyelidikan dilakukan pada penerapannya untuk tujuan pengendalian dan implikasinya pada sistem pengendalian manajemen (MCS).

Penelitian ini mengeksplorasi efek platform digital pada MCS untuk menyoroti apakah dan bagaimana platform tersebut membantu perusahaan untuk mengatur paket MCS mereka dengan lebih baik. Berdasarkan tinjauan pustaka dan analisis studi kasus, penelitian ini menyoroti:

  1. Jika platform digital terutama diterapkan untuk meningkatkan berbagi informasi antar unit organisasi, juga berguna untuk mendukung MCS
  2. Bagaimana platform digital memengaruhi setiap komponen MCS:
  3. Kontrol organisasi, dalam hal berbagi nilai dan budaya yang lebih luas dan tepat waktu
  4. Kontrol administratif dan prosedur informasi, dalam hal konfigurasi ulang, transparansi, dan kepatuhannya
  5. Kontrol cybernetic, dalam hal meningkatkan penyelarasan perilaku, integrasi model, aktivitas dan alat
  6. Bagaimana platform digital mempengaruhi MCS secara keseluruhan, terutama dalam hal koordinasi dan integrasi komponennya.

Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang hubungan antara TIK dan MCS dalam dua cara. Pertama, memperluas studi tentang penggunaan TIK dengan memberikan bukti tentang penggunaan platform digital. Kedua, memperluas studi tentang MCS dengan mempertimbangkan alat teknologi terkini yang biasanya digunakan untuk berbagi informasi. Penelitian ini, akhirnya, berkontribusi untuk memperkaya perdebatan teoritis tentang hubungan antara MCS dan TIK dan untuk menyoroti kemampuan baru platform digital. Dari sudut pandang empiris, makalah ini menjelaskan kemungkinan penerapan platform digital untuk mendukung pengendalian manajemen, dengan fokus khusus pada integrasi mekanisme dan komponen sistem kontrol.

Literature Review

MCS mencakup sejumlah perangkat (model akuntansi, perangkat keras/lunak, struktur organisasi, kebijakan, dan sistem pendukung keputusan) yang digunakan perusahaan untuk menyelaraskan perilaku karyawan dengan tujuan dan strategi organisasi, yang memengaruhi perilaku karyawan dan mengukur kinerja perusahaan. Sistem ini biasanya dipelajari, menganalisis secara terpisah aspek-aspek berikut: pengendalian strategis, pengendalian relasional, pengendalian organisasi, pengendalian manajemen, pengendalian risiko, sistem pengendalian internal atas pelaporan keuangan dan pengendalian kepatuhan.

Perdebatan akademis mengenai hubungan antara MCS dan TIK menggarisbawahi keberadaan tautan dua arah, yang berarti bahwa penerapan alat TIK dapat mempengaruhi MCS, merangsang perubahan dalam komponennya dan, sebaliknya, aset dan karakteristik MCS dapat memengaruhi implementasi dan penggunaan TIK.

Untuk aspek pertama, berbagai penelitian mempertimbangkan sistem akuntansi manajemen, sistem pengukuran kinerja, skema balanced scorecard, penetapan biaya berbasis aktivitas, dll. Untuk aspek kedua, para sarjana mempertimbangkan alat otomatisasi kantor atau alat terintegrasi untuk manajemen dan fungsi kontrol sebagai sistem ERP, sistem BI, Rangkaian Audit Internal, perangkat lunak CRM dan SCM dan sebagainya.

Terkait pengaruh TIK pada MCS, dalam beberapa tahun terakhir, fokus penelitian telah ditujukan pada ERP. ERP adalah solusi teknologi terintegrasi yang digunakan oleh perusahaan untuk mendukung proses operasional yang memiliki implikasi organisasi, manajerial dan akuntansi yang relevan. Beberapa penelitian menyoroti dampak positif ERP pada praktik akuntansi manajemen, dalam hal pengumpulan data: penelitian-penelitian tersebut menunjukkan dukungan ERP untuk MCS sebagai basis data terintegrasi, yang mana melalui penyimpanan data terpusat, dapat memungkinkan setiap pengguna mengakses langsung ke informasi yang tersedia.

Beberapa penelitian menyoroti bahwa TIK mengaktifkan hibridisasi profesional akuntan manajemen: akuntan manajemen mengalami perluasan tanggung jawab dan kompetensi mereka, sementara secara bersamaan, non-akuntan mengasumsikan keakraban dengan angka dan indikator dan tanggung jawab pemecahan masalah, yang sebelumnya dianggap domain departemen akuntansi.

Baru-baru ini beberapa penelitian meneliti bagaimana TIK menggerakkan dematerialisasi proses administrasi dan manajerial dan bagaimana hal itu menghasilkan perubahan dalam prosedur organisasi. Dalam sudut pandang ini, platform digital menghadirkan potensi yang luas, dalam hal integrasi organisasi: ini memungkinkan dalam menduga hubungan antara platform digital dan MCS, yang mencakup perspektif cybernetic (yang paling tradisional), tetapi juga dari sisi administratif dan budaya.

Metodologi dan Desain Penelitian

Untuk mengisi kesenjangan literatur, penelitian ini menyoroti apakah dan bagaimana platform digital memengaruhi MCS, sebagai sistem tata kelola yang relevan, penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus kualitatif.

Dari sudut pandang metodologis, kasus yang diteliti merupakan kasus eksplorasi, di mana bukti empiris memiliki fungsi membantu merumuskan teori, yang akan diuji dalam penelitian mendatang. Secara khusus, jenis studi kasus ini bertujuan untuk menyoroti apa yang terjadi dengan adanya fenomena tertentu, yaitu implementasi platform digital. Menurut literatur tentang penelitian metodologi, studi kasus eksploratori (dibandingkan dengan studi deskriptif dan eksplanatori) sesuai jika cukup sulit untuk menarik bukti empiris dari literatur sebelumnya.

Diskusi dan Simpulan

MCS adalah suatu paket mekanisme organisasi yang digunakan untuk memandu perusahaan menuju tujuan perusahaan. Sistem ini biasanya dipelajari dan dianalisis secara terpisah dengan komponen berikut: cybernetic, budaya dan administrasi dan kepatuhan. Biasanya otomatisasi menyediakan alat (misalnya ERP atau BI) yang dapat mengelola subsistem yang berbeda ini secara individual. Studi pratinjau tidak mempertimbangkan platform digital sebagai alat untuk kontrol manajemen, tetapi difokuskan pada implikasi DP pada informasi dan berbagi pengetahuan. Kedua, penelitian sebelumnya mengkaji TIK sebagai alat yang mampu meningkatkan integrasi data, perangkat keras/lunak dan informasi, dengan sedikit perhatian pada perannya dalam meningkatkan koherensi antar komponen sistem pengendalian manajemen (MCS).

Dalam studi kasus pad apenelitian ini, tujuan dari implementasi platform digital adalah untuk mendorong komunikasi yang lebih lancar dan berbagi informasi yang lebih terbuka, yang diwujudkan dengan intranet. Hasil yang diperoleh melebihi yang diharapkan; faktanya, platform telah menjadi lingkungan terintegrasi, suatu wadah unik di mana perusahaan dan anak perusahaannya dapat mengelolanya secara koheren pada setiap dimensi MCS.

Platform digital membuat perusahaan dapat mengelola, misalnya, setiap langkah proses administrasi untuk persetujuan pemasok, dan untuk memantau secara otomatis karyawan yang terlibat dan waktu yang dihabiskan, secara konsisten dengan perspektif kepatuhan dan administrasi dari sistem kontrol. Platform digital juga menyediakan beberapa instrumen yang dapat mengelaborasi informasi untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan, dan juga dapat menyesuaikan informasi untuk pengendalian manajemen dan pemantauan tujuan. Selain itu, platform digital membantu perusahaan untuk menyebarkan budaya dan nilai yang berbeda dari sebelumnya, kolaborasi dan pertukaran informasi menjadi lebih mudah, membuat benchmark antar unit bisnis menjadi lebih transparan, dan memberikan makna yang positif kepada para manajer. lingkungan kontrol di mana hasil yang baik harus ditiru, sedangkan hasil buruk dapat menemukan solusi kolaboratif.

Penelitian menunjukkan bahwa platform digital mampu mendukung sebagian besar komponen MCS secara bersamaan. Dengan kata lain, TIK dapat memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mencapai tingkat integrasi yang lebih tinggi. Menurut penelitian-penelitian sebelumnya, menegaskan bahwa platform digital berguna untuk meningkatkan komunikasi, berbagi pengetahuan dan informasi antar unit organisasi dan tim proyek. Dalam penelitian ini juga ditegaskan implikasi platform digital yang terkait dengan MCS. Platform digital dapat bermanfaat secara relevan untuk meningkatkan setiap komponen MCS secara Bersama-sama dan untuk mencapai tingkat integrasi yang lebih tinggi. Penelitian ini juga menyoroti beberapa faktor penentu keberhasilan dalam menggunakan platform ini untuk tujuan MCS, khususnya kapasitas karyawan untuk menghormati tenggat waktu pengunggahan data dan untuk berbagi informasi rinci dan, terakhir, persepsi mereka tentang manfaat yang berasal dari platform.

Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, sehingga penelitian ke depan diharapkan dapat memperbaikinya. Penelitian ke depan dapat memperluas penelitian ke lebih banyak studi kasus yang membandingkan berbagai jenis organisasi dan sektor dan jenis platform digital.

Disadur dari :

The Integration of Management Control Systems Through Digital Platforms: A Case Study

(Katia Corsi, Daniela Mancini, dan Geuseppina Piscitelli)

Image Sources: Google Image

LDP