Revolusi industri 4.0 dimulai dari prakarasa pemerintah Jerman yang menggaungkan penggunaan teknologi tinggi komputerisasi dalam kegiatan manufaktur atau pabrikasi. Kata industri 4.0 mengemuka pada tahun 2011 dalam ajang Hannover fair dan di tahun 2013 dalam ajang yang sama dibentuk grup kerja yang dipimpin oleh Siegfried Dais (Robert Bosch GmbH) dan Henning Kagermann (Akademi ilmu dan Teknik Jerman).

Auditor yang mampu menghadapi tantangan auditing revolusi industri 4.0, bisa memberikan dampak positif bagi kinerja manajemen perusahaan.Dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kehadiran artificial intelligence (AI). Transformasi industri berbeda dengan pendahuluannya dalam beberapa aspek dan revolusi industri juga ditandai dengan kemunculan super komputer, robot pintar, cloud computing, sistem big data, rekayasa genetika dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Hampir semua negara membentuk dan menerapkan teknologi ini.Dampaknya, revolusi industri 4.0 memengaruhi secara sistemik di berbagai bidang, termasuk bidang auditing akuntansi.Tentu saja, hal tersebut menuntut auditor untuk cepat menyesuaikan diri. Tidak hanya itu, seorang auditor juga harus siap menghadapi tantangan auditing di era revolusi industri 4.0 seperti berikut:

  1. Disrupsi Teknologi

Perkembangan disrupsi teknologi yang pesat dianggap sebagai tantangan sekaligus ancaman bagi profesional di bidang akuntansi.Salah satunya dengan kemunculan aplikasi atau software akuntansi.Teknologi ini mampu menggantikan peran auditor karena bisa menampilkan dan melaporkan data real time secara akurat.Tidak hanya itu, harga terjangkau dan berbagai kemudahan yang ditawarkan aplikasi akuntansi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengusaha.Arus disruptif tersebut cukup meresahkan, mengingat auditor belum tentu mampu menyelaraskan kemampuan dengan teknologi tersebut.Tantangan berikutnya, auditor harus meningkatkan kemampuan analisis, baik secara teknik maupun fundamental.Jadi, dalam hal ini, auditor tidak hanya melakukan audit, tetapi juga menjadi penasehat dan pembuat keputusan tepercaya.

  1. Melakukan Preventif Audit Internal

Teknologi kerap memanjakan pengguna karena kemudahan dalam pengoperasiannya.Namun, auditor tetap wajib melakukan audit internal secara intensif.Tidak seharusnya, pengusaha maupun auditor terlena dengan kecanggihan teknologi akuntansi.

Teknologi akuntansi memang dirancang akurat dan transparan, tetapi risiko kecurangan hanya bisa dikendalikan oleh penggunanya. Bisa jadi, ada perubahan data saat proses input. Di sinilah, tugas auditor, memastikan data yang dimasukkan ke sistem sesuai dengan prosedur yang berlaku.

 

  1. Meningkatkan Pengetahuan Sesuai Perkembangan Zaman

Auditor harus menguasai teknologi dan informasi terbaru di era revolusi industri 4.0.Suka atau tidak, pengetahuan dan penguasaan tersebut memengaruhi kualitas kinerja auditor. Dengan kata lain, semakin luas wawasan serta kemampuan seorang auditor maka profesionalitasnya akansemakin meningkat.

Salah satu cara auditor mendapatkan pengetahuan teknologi dan informasi, yakni melalui dunia pendidikan. Artinya, saat menjalani kuliah, calon auditor harus mengasah kemampuan teknologi digital. Dengan begitu, usai lulus dari perguruan tinggi, calon auditor mudah terserap di dunia kerja yang diinginkan.Selain itu, seorang auditor juga bisa mengikuti uji kelayakan atau sertifikasi profesi yang dapat diperbaharui setiap jangka waktu tertentu agar ilmu pengetahuannya dapat di-update kembali sesuai dengan peraturan atau standarisasi audit yang berlaku pada saat itu.

  1. Menjadi Konsultan Internal yang Profesional

Auditor tidak hanya melakukan audit internal/eksternal, tetapi juga menjadi konsultan. Namun, tantangannya, auditor harus mampu bersikap profesional.Artinya, semua koreksi dan informasi dari auditor, mesti evaluatif.Dengan evaluasi tersebut, harapannya, masalah di internal organisasi maupun perusahaan bisa teratasi.

 

 

 

  1. Meningkatkan Kinerja Organisasi

Di era revolusi industri 4.0, auditor memiliki tugas untuk memastikan proses akuntansi di organisasi atau manajemen perusahaan berjalan dengan benar. Dalam hal ini, auditor menilai secara objektif dan memberikan rekomendasi kepada manajemen.Selain itu, auditor juga harus mampu mengoreksi seberapa efisien penggunaan sumber daya di level manajemen.

 

  1. Memastikan Keamanan Data yang Terhubung Internet

Belakangan ini, sebagian aplikasi akuntansi sudah berbasis blockchain.Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi akuntan.Data perusahaan harus didistribusikan tepat sasaran, sebab kesalahan distribusi data, bisa menimbulkan kebocoran sistem akuntansi perusahaan.

Demikian beberapa tantangan yang harus dihadapi auditor saat melakukan prkatik audit di era revolusi industri 4.0. Di masa sekarang teknologi akuntansi memberikan pengaruh besar bagi perkembangan perusahaan. Namun, keberhasilan pengontrolan, pengawasan, serta evaluasi yang berdampak pada kemajuan usaha, tetap berada di tangan auditor.

BLH