JURNAL PENYESUAIAN DALAM AKUNTANSI KEUANGAN

Menurut Weygandt, Jerry, Kieso Donald, Kimmel Paul (2016) jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk memastikan pengakuan pendapatan dan dasar-dasar yang sesuai telah diikuti.

Jenis-jenis laporan penyesuaian

  1. Jurnal penyesuaian beban dibayar dimuka (prepaid expenses)
  2. Jurnal penyesuaian penyusutan (depreciation)
  3. Jurnal penyesuaian beban terhutang (accrued expense)
  4. Jurnal penyesuaian pendapatan belum diterima (accrued revenue)
  5. Jurnal penyesuaian pendapatan diterima dimuka (unearned revenue)

Tujuan dibuatnya jurnal penyesuaian pada akhir periode yakni :

  • Guna memastikan akun-akun yang masih bersifat campuran (Mixed account) menjadi dua macan yakni akun rill serta akun nominal.
  • Supaya pada akhir periode, akun-akun riil khususnya aktiva dan utang di dalam neraca memperlihatkan jumlah yang sesungguhnya.
  • Supaya pada akhir periode, akun-akun nominal yakni akun beban dan akun pendapatan memperlihatkan jumlah uang yang benar-benar sudah menjadi pendapatan dan beban dalam periode yang terkait.
  • Menghindari terjadi kesalahan maupun kerepotan terkait dengan pos-pos antisipasi.
  • Menjaga konsistensi sesuai dengan ketetapan buku pedoman akuntansi terkait dengan pos-pos transitoris.

 Fungsi dari jurnal penyesuaian antara lain sebagai berikut:

  1. Memustuskan saldo catatan akun buku besar akhir periode sehingga akan sama dengan saldo rill (yang sebenarnya)
  2. Menghitung pendapatan dan beban selama periode yang berkaitan.

Enam macam hal yang sering sekali terjadi dan membutuhkan penyesuaian pada akhir periode akuntansi diantaranya yakni :

  • Penyesuaian untuk akun perlengkapan, sebab adanya perlengkapan yang habis dipakai
  • Penyesuaian untuk akun aktiva tetap, sebab adanya penyusutan nilai harta tertap
  • Penyesuaian untuk beban dibayar dimuka, sebab sudah adanya beban yang sudah lewat waktu
  • Penyesuaian untuk akun pendapatan di muka, sebab adanya pendapatan yang sudah lewat waktu
  • Penyesuaian untuk beban yang akan dibayar (Utang beban), sebab jasanya sudah dinikmati namun bebanya masih belum dibayarkan.

Beberapa pos penyesuaian, yaitu pos penangguhan, pos akrual, beban depresiasi/amortisasi, dan kerugian piutang.

  1. Beban yang masih harus dibayar atau utang beban, adalah beban yang sudah menjadi suatu kewajiban namun perusahaan belum mencatat.
  2. Piutang pendapatan, adalah pendapatan yang sudah menjadi hak bagi perusahaan namun perusahaan belum mencatat.
  3. Beban dibayar dimuka, adalah berbagai beban yang sudah dibayarkan oleh perusahaan namun sebagian dari beban tersebut sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang. Pencatatannya bisa diakui sebagai beban atau sebagai harta/aset.
  4. Pendapatan diterima dimuka, adalah pendapatan yang sudah diterima namun sebetulnya sebagian menjadi pendapatan di periode berikutnya.
  5. Penyusutan (depresiasi)/amortisasi, adalah penggunaan aset tetap berwujud atau tidak berwujud yang harus dibebankan pada suatu periode.
  6. Perlengkapan yang dipakai, adalah sebagian dari harga beli perlengkapan sudah dipakai selama satu periode. Perlengkapan yang sudah dipakai menjadi beban perlengkapan.
  7. Kerugian piutang, adalah taksiran dari piutang usaha yang kemungkinan tidak bisa ditagih atau dilunasi oleh pelanggan.

Referensi

Jerry J. Weygandt. (2015). Financial accounting. IFRS edition. 03. John Wiley & Sons, Inc. Hoboken. ISBN: 9781118978085.

Niswonger, Warren, Reeve, Fees alih bahasa Alfonsus Sirait, Helda Gunawan, Prinsip-Prinsip Akuntansi. Jilid 1 Edisi 19, Erlangga, Jakarta, 1999.

MY