Sengketa Perpajakan dan Solusi Penyelesaian

Faktor yang menyebabkan :

  1. Perbedaan penafsiran atas ketentuan perpajakan, baik jumlah dan dasar pengenaan
  2. Adanya keterbatasan pengetahuan tentang pajak
  3. Kurangnya koordinasi pelaksanaan perpajakan antara fiskus dan wajib pajak

Dasar Hukum :

  1. Undang-Undang No.14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak;
  2. Undang-Undang No.28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang No.6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan;
  3. PP 74 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan
  4. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 202/PMK.03/2015 tentang Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian Keberatan (penyempurnaan dari No 9/PMK.03/2013);
  5. Peraturan Mahkamah Agung RI No.7 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Peninjauan Kembali Putusan Pengadilan Pajak.

Bagan Solusi penyelesaian sengketa : Keberatan, Banding dan Peninjauan Kembali

Kantor Pajak / Fiskus
Wajib Pajak

                                                                    Setor & lapor

Terjadinya sengketa atas hasil pemeriksaan

                                                            *Adanya perbedaan – melakukan pemeriksaan

Antara WP dan Fiskus

DJP

Keberatan atas perbedaan

Pengadilan Pajak

                                                                                                                                Tidak setuju dengan hasil Banding

                                                                                                                                Mengajukan Peninjauan Kembali

                                                                                                                Tidak setuju dengan hasil keberatan                                                                                                                       Mengajukan Banding lalu Gugatan

Mahkamah Agung

* Adanya perbedaan presepsi Fiskus dari pajak yang disetor dan di lapor oleh WP, oleh karena itu Fiskus menerbitkan “ Surat Ketetapan Pajak “ (SKP). SKP yang diterbitkan antara lain :

SKPKB = Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar

SKPN = Surat Ketetapan Pajak Nihil

SKPLB = = Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar

SKPKBT = Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan

Lalu mengajukan keberatan dan terbit “ Surat Keputusan Keberatan “

*Jika Keberatan ditolak denda 50%, mengajukan Banding dan jika Banding ditolak denda 100%

MK