Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan menggunakan Model Beneish

Kecurangan dalam laporan keuangan dapat dilakukan dengan cara melakukan penghilangan pencatatan secara sengaja untuk mengelabui para pengguna. Fraud merupakan perlakuan melanggar hukum yang bermaksud untuk memperoleh keuntungan pribadi dan kelompok sehingga merugikan pihak lain. Hermansyah (2015) menyatakan bahwa model Beneish M-score merupakan metode untuk mengungkapkan adanya kemungkinan perusahaan melakukan fraud terhadap pendapatan yang dicatat dalam laporan keuangan. Christy,et.al. (2015 ), menyatakan bahwa penganalisaan atau penilaian terhadap posisi keadaan keuangan dan perkembangannya pada suatu perusahaan dapat dilakukan oleh dua pihak, yaitu pihak yang ada dalam perusahaan (internal) dan pihak di luar perusahaan(eksternal). Kemungkinan adanya laporan keuangan yang tidak asli atau adanya praktik kecurangan karena sudah diolah sedemikian rupa sehingga kelihatan baik.

Banyaknya skandal akuntansi yang terjadi merupakan salah satu alasan penting untuk dilakukannya analisis terhadap laporan keuangan untuk meminimalisir tindak kecurangan laporan keuangan serta dapat mendeteksi sejak dini adanya aktivitas kecurangan sebelum menjadi kasus besar yang dapat merugikan negara. Salah satu alat yang digunakan untuk mengetahui adanya manipulasi adalah dengan menggunakan benesih ratio index yang dipopulerkan oleh Beneish (1999). Pada penelitian yang dilakukan oleh Beneish digunakan rasio-rasio yang terdapat pada laporan keuangan. Rasio-rasio Beneish M-Score yang digunakan untuk menggambarkan adanya manipulasi laporan keuangan adalah Days Sales in Receivable Index (DSRI), Gross Margin Index (GMI), Asset Quality Index (AQI), Sales Growth Index (SGI), Depreciation Index (DEPI), Sales General and Administrative Expenses Index (SGAI), Leverage Index (LVGI) dan Total Accrual To Total Assets Index (TATA).

 

Kecurangan (Fraud)

Fraud adalah tindakan penipuan kriminal yang bermaksud untuk memberi manfaat keuangan kepada penipu dan merupakan salah satu tindak pidana. Fraud dapat diistilahkan sebagai kecurangan yang mengandung makna suatu penyimpangan dan perbuatan melangar hukum (illegal act), yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu misalnya menipu atau memberikan gambaran keliru (mislead) kepada pihak-pihak lain, yang dilakukan oleh orang-orang baik dari dalam maupun dari luar organisasi. Kecurangan dirancang untuk memanfaatkan peluang-peluang secara tidak jujur, yang secara langsung maupun tidak langsung merugikan pihak lain.

Beneish M-Score

Beneish M-Score dikembangkan oleh Profesor Messod Beneish. Variabel yang diukur menggunakan data dari tahun yang ditentukan (t) dan menggunakan data tahun sebelumnya (t1). Beneish M-Score diperoleh dari hasil perhitungan yang robust. Keterbatasan Beneish MScore adalah model ini merupakan model probabilistik sehingga tidak dapat mendeteksi fraud dengan ketepatan 100%. Selain itu, model ini hanya dapat mengestimasikan informasi keuangan perusahaan publik. Artinya model ini tidak bisa digunakan untuk perusahaan private atau non-publik. Keterbatasan lain adalah manipulasi pendapatan hanya dapat terdeteksi pada kelebihan saji daripada kekurangan saji. Jadi model ini tidak dapat digunakan untuk mempelajari perusahaan yang beroperasi dalam keadaan yang kondusif untuk penurunan laba (Beneish, 1999). Beneish M-Score adalah sebuah metoda untuk membantu mengungkap

perusahaan yang kemungkinan melakukan fraud terhadap pendapatan yang dicatat dalam dalam laporan keuangan (Beneish, 2012).

                Untuk mengkategorikan perusahaan terindikasi adanya manipulasi (fraud) atau tidak diperlukan sebuah model perhitungan yang membantu untuk mendeteksi pergerakan tidak wajar pada laporan keuangan, yakni Beneish M-Score Model (Beneish, 2012). Model ini menggunakan 8 variabel berupa rasio perhitungan keuangan untuk mengidentifikasikan apakah perusahaan memiliki indikasi untuk memanipulasi pendapatan dalam laporan keuangan. Variabel dalam model didasarkan pada perubahan tahun ke tahun, hal ini memberikan tanda adanya masalah potensial ketika penyebut kecil.

Delapan variabel yang digunakan dalam Beneish M-Score Model:

  1. Days Sales in Receivable Index (DSRI)

Variabel ini adalah rasio penjualan harian dalam piutang pada tahun pertama dimana manipulasi laba ditemukan (tahun t) dengan ukuran yang sesuai pada tahun t-1. DSRI mengukur apakah piutang dan pendapatan sudah berada pada keseimbangan antara dua tahun berturut-turut. Jumlah yang besar dalam days sales in receivables dapat berarti akibat dari perubahan kebijakan kredit untuk memacu penjualan dalam menghadapi persaingan yang meningkat, tetapi peningkatan yang tidak proporsional dalam piutang juga dapat dipengaruhi oleh inflasi.

  1. Gross Margin Index (GMI)

GMI adalah rasio marjin laba kotor pada tahun sebelum (t-1) ke margin laba pada tahun berjalan (t). Jika GMI lebih besar dari 1, ini mengindikasikan sinyal yang negatif bagi prospek perusahaan (Lev dan Thiagarajan, 1993). Jika perusahaan memiliki prospek negatif, maka perusahaan lebih rentan untuk memanipulasi laba.

  1. Asset Quality Index (AQI)

Rasio ini membandingkan aktiva tidak lancar yang dimiliki oleh perusahaan selain aktiva tetap dengan total aktiva perusahaan pada suatu tahun (t) dan tahun sebelumnya (t -1).

  1. Sales Growth Index (SGI)

Variabel ini mengukur tingkat pertumbuhan penjualan perusahaan. Hasil yang lebih besar dari 1 mengindikasikan bahwa penjualan meningkat dari tahun sebelumnya. SGI bukan merupakan indikasi manipulasi pendapatan, tetapi perusahaan yang mengalami pertumbuhan penjualan lebih cenderung untuk melakukan manipulasi pendapatan.

  1. Depreciation Index (DEPI)

Rasio ini membandingkan beban depresiasi terhadap aktiva tetap sebelum depresiasi pada uatu tahun (t) dan tahun sebelumnya (t -1).

  1. Sales and General Administration Expenses Index (SGAI)

Rasio ini membandingkan beban penjualan, umum, dan administrasi terhadap penjualan pada suatu tahun (t) dan tahunsebelumnya (t -1).

  1. Leverage Index (LVGI)

Rasio ini membandingkan jumlah hutang terhadap total aktiva pada suatu tahun (t) dan tahun sebelumnya (t – 1). Rasio ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat hutang yang dimiliki perusahaan terhadap total aktivanya dari tahun ke tahun.

  1. Total Accrual (TATA)

Total Accrual merupakan rasio untuk menjelaskan keuntungan akuntansi yang tidak diperoleh dari keuntungan kas.

Beneish Ratio Index

Beneish Ratio Indexadalah suatu teknik yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan dalam mendeteksi ada atau tidaknya kecurangan laporan keuangan. Hal tersebut dibuktikan oleh Beneish (1999) yang telah melakukan penelitian perbedaan kuantitatif antara perusahaan yang terindentifikasi melakukan manipulasi laba dan yang tidak melakukan manipulasi laba. Beneish melakukan analisis dengan menggunakan data keuangan lalu menghitung rasio keuangan. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi manipulasi terhadap laporan keuangan atau tidak. Beneish (1999) mengungkapkan bahwa pada umumnya manipulasi laba ditunjukkan dengan peningkatan atas pendapatan/penurunan atas beban perusahaan secara signifikan dari satu tahun (t) ke tahun sebelumnya (t-1) Beneish M-Score diukur dengan menggunakan lima rasio dan telah dimodifikasi oleh beberapa peneliti. Hanya lima rasio model score yang menghasilkan hasil yang signifikan. Dalam penelitian sebelumnya, Roxas (2011) menegaskan bahwa model score, dengan lima rasio, dapat mengidentifikasi manipulasi laba lebih akurat daripada delapan rasio (Abbas, 2017).

Referensi:

  • Christy, 2018. Pendeteksian Kecurangan Laporan Keuangan. Jurnal Akuntansi Bisnis, Vol. 16, No.1
  • 2018. Financial Statement Fraud Melalui Model Beneish. Jurnal Manajemen Bisnis dan Inovasi Vol.5 No.3 November 2018, Hal 135-150.
  • Google – Images

IER