Fraud Diamond, Extension of Fraud Triangle

Fraud diamond model diperkenalkan oleh Wolfe & Hermanson (2004) sebagai versi ekstensi dari Fraud Triangle. Model ini menambahkan “capability” sebagai faktor risiko fraud keempat. Capability/competence berarti kemampuan karyawan untuk mengabaikan internal control, mengembangkan strategi penyembunyian (concealment), dan mengendalikan situasi sosial untuk keuntungan pribadinya sendiri. Wolfe & Hermanson (2004) percaya sebagian besar fraud tidak akan terjadi tanpa orang yang tepat dengan kemampuan yang tepat mengimplementasikan rincian fraud.

Ada berbagai bentuk fraud dalam akuntansi. Secara umum, fraud akan selalu terjadi, jika tidak ada deteksi dan upaya pencegahan. Ada beberapa upaya dan perspektif dalam meninjau dan mendeteksi kecurangan, salah satunya adalah perspektif fraud diamond yang pertama kali diciptakan oleh Wolfe & Hermanson (2004). Teori fraud diamond memberikan informasi mengenai berbagai faktor yang berdampak pada keputusan individu untuk melakukan penipuan. Unsur-unsur fraud diamond antara lain:

  1. Pressure, yaitu adanya insentif/ tekanan/ kebutuhan untuk melakukan penipuan.
  2. Opportunity, yaitu situasi yang membuka peluang untuk memungkinkan fraud.
  3. Rationalization, yang merupakan sikap atau karakter yang menyebabkan individu melakukan fraud secara rasional yang memungkinkan mereka untuk secara sadar dan sengaja melakukan tindakan tidak jujur.
  4. Capability, adalah kemampuan individu yang memainkan peran utama mengenai apakah fraud dapat benar-benar terjadi. Dimana harus memiliki kemampuan untuk melihat celah untuk melakukan fraud sebagai peluang dan untuk mengambil keuntungan secara terus-menerus.

Menurut (Wolfe & Hermanson, 2004), opportunity membuka pintu bagi penipuan (fraud), dan incentive serta rationalization dapat menarik orang ke arahnya. Namun, berdasarkan fraud diamond theory, orang tersebut juga harus memiliki competence/ capability untuk mengenali apakah ada pintu terbuka sebagai peluang untuk memanfaatkannya.

Wolfe dan Hermanson (2004) dalam penelitiannya memberikan 6 (enam) kategori individu dengan kapabilitas (capability) untuk melakukan fraud:

  1. Posisi atau jabatan individu dalam organisasi membuka kesempatan untuk melakukan fraud yang tidak dapat dieksploitasi oleh posisi atau jabatan lain.
  2. Individu yang cukup ahli untuk memahami dan mengeksploitasi kelemahan pengendalian internal serta menggunakan posisi, jabatan, atau akses otorisasi bagi keuntungan terbesar individu tersebut.
  3. Individu yang memiliki ego dan tingkat percaya diri tinggi bahwa mereka tidak akan terdeteksi atau individu yang dapat dengan mudah bernegosiasi untuk keluar dari masalah jika ketahuan.
  4. Individu yang sukses melakukan fraud merupakan individu yang dapat memaksa orang lain untuk melakukan atau menutupi tindakan fraud.
  5. Individu yang sukses melakukan fraud dapat berbohong secara efektif dan konsisten.
  6. Individu yang sukses melakukan fraud dapat mengendalikan stress dengan sangat baik.

Sumber:

Wolfe, D. T., & Hermanson, D. R. (2004). The Fraud Diamond : Considering the Four Elements of Fraud. CPA Journal, 74(12), 38–42. https://doi.org/DOI:

BLH