Developing an Activity Based Costing (ABC) System

1.Identify Resource Cost and Activites

  • Resouce Cost : Langkah pertama dalam proses ABC adalah menentukan yang mana sumber daya di masing-masing akun dikonsumsi oleh aktivitas yang diidentifikasi.
  • Activities : Activity Analysis mengidentifikasi pekerjaan yang dilakukan untuk menjalankan operasi perusahaan. Itu termasuk mengumpulkan data dari dokumen dan catatan yang ada, serta mengumpulkan tambahan data menggunakan kuesioner, observasi, atau wawancara.
  • Levels Activities : Untuk mengidentifikasi Resource Cost untuk berbagai macam aktivitas, perusahaan mengklasifikasikan semua aktivitas menurut activities consume resource :
    • Unit – Level Activity dilakukan untuk setiap unit produk atau setiap layanan perusahaan. Kegiatan ini diperlukan untuk setiap unit diproduksi, sehingga tingkat aktivitas bervariasi dalam proporsi langsung dengan jumlah objek biaya diproduksi. Contoh Unit of production berhubungan dengan depresiasi mesin pabrik, biaya tenaga mesin digunakan untuk individual units of production.
    • A batch-level Activity dilakukan untuk setiap batch atau group dalam unit produk atau layanan. Batch-level activities are setting up machines, placing purchase orders, scheduling production, conducting inspections by batch, handling materials, and expediting production.
    • A product-level aktivitas pendukung produksi untuk spesifik produk atau jasa. Desaign produk, purchasing parts required for products, and engaging in engineering changes to modify products
    • A facility level activity mendukung operasi secara umum. Kegiatan ini tidak disebabkan oleh produk atau kebutuhan layanan pelanggan dan tidak dapat dilacak ke unit individu, batch, atau produk. Examples of facility-level activities include providing security for the plant, performing maintenance of general purpose machines, and incurring factory property taxes and insurance. Some fi rms refer to these activities as business or infrastructure-sustaining activities.

2. Assign Resource Costs to Activities

Activities drive the consumption of resources, so the next step is to use resource consumption drivers to assign resource costs to activities.

Perusahaan harus memilih resource consumption cost drivers based on cause-and-effect relationships, termasuk : (1) labor hours for labor-intensive activities; (2) employees for payrollrelated activities; (3) setups for batch-related activities; (4) moves for materials-handling activities; (5) machine hours for machine repair and maintenance; and (6) square feet for general maintenance and cleaning activities.

3. Assign activity costs to cost objects

Langkah terakhir adalah menetapkan biaya kegiatan ke item-item yang menarik, umumnya disebut objek biaya, berdasarkan pendorong biaya konsumsi aktivitas yang sesuai. Objek biaya adalah output dihasilkan dari kegiatan perusahaan, dan biasanya adalah produk atau layanan; namun, pelanggan, proyek, dan bahkan unit bisnis dapat menjadi objek biaya. Such as purchase orders, receiving reports, parts stored, direct labor-hours, or manufacturing cycle time to assign activity costs.

Referensi : Blocher, Stout, Juras, Cokins: Cost Management, 7e

MK