MEMAHAMI EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Wilkinson et al (2012) Sistem informasi akuntansi adalah struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users). Berikutnya Bodnar dan Hopwood sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi.

Niswonger et al (2000) sistem akuntansi adalah suatu sarana bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan. Fungsi sistem informasi akuntansi dalam organisasi antara lain : mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan control terhadap aset organisasi. Ketika teknologi komputer diaplikasikan dalam sistem informasi akuntansi, maka istilah yang digunakan dalam hal ini adalah sistem informasi akuntansi berbasis komputer.

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

  • Fokus Awal Pada Data (Electronic Data Processing/EDP). Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama Electronic Data Processing (EDP) yang merupakan aplikasi sistem informasi yang paling dasar dalam setiap perusahaan. sekarang kita menggunakan istilah sistem informasi akuntansi untuk menggantikan electronic data processing.
  • Fokus Baru Pada Informasi (Sistem Informasi Manajemen/SIM). Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh para pembuat komputer. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.
  • Fokus revisi pada pendukung keputusan (Decision support system/DSS). Sistem informasi manajemen terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama Decision support systems (DSS), yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer.
  • Fokus pada komunikasi (office automation/OA). Penerapan OA (office automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui penggunaan alat-alat elektronik.
  • Fokus potensial pada konsultasi (Artificial Intelligence/AI). Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian logis yang sama seperti manusia.

Komputer muncul dan banyak digunakan dalam berbagai aktivitas perusahaan. Komputer tidak mengubah fungsi sistem informasi akuntansi sebagai penyedia informasi yang relevan bagi berbagai pihak yang berkepentingan, namun ia berpengaruh besar bagi sistem informasi akuntansi dalam proses menghasilkan suatu informasi dan dalam pengembangan sistem informasi akuntansi itu sendiri. Sistem informasi yang akurat dan efektif dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.  Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah dengan memanfaatkan data dan informasi. Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan. Hal tersebut dinamakan dengan sistem informasi berbasis komputer (computer based information sistem).

(MY)