Perusahaan selain sebagai institusi ekonomi, perusahaan juga merupakan institusi sosial, dengan demikian diharapkan peruahaan dapat maju dan berkembang secara harmonis bersama masyarakat sekitar perusahaan. Perusahaan keberadaannya tidak terbatas dari lingkungan karena perusahaan berada dalam suatu lingkungan tertentu. Sejumlah perusahaan dituntut untuk lebih memperhatikan masalah lingkungan yang ada. Agar kelangsungan hidup perusahaan terjaga, perusahaan harus membangun hubungan dengan lingkungan dengan menjaga lingkungan. Tanggung jawab perusahaan dalam mengatasi masalah lingkungan perusahaan meliputi suatu pendekatan menyeluruh atas operasional, produk dan fasilitas perusahaan.

Kesemua itu merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan ke lingkungan (Corporate Social Responsibility). Tanggung jawab sosial sektor dunia usaha yang dikenal dengan nama corporate social responsibility merupakan wujud kesasaran perusahaan sebagai upaya meningkatkan hubungannya dengan masyarakat dan lingkungannya. Bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dapat menimbulkan biaya yang sering dikenal dengan biaya lingkungan,antara lain biaya pencegahan, biaya pendeteksian, biaya kegagalan internal, biaya kegagalan eksternal. Semua biaya yang dikeluarkan perusahaan disebut dana corporate social responsibility dan pencatatan penggunaan dana CSR dengan menggunakan environmental accounting.

            Latar belakang pentingnya akuntansi lingkungan pada dasarnya menuntut kesadaran penuh perusahaan-perusahaan maupun organisasi lainnya yang telah mengambil manfaat dari lingkungan. Penting bagi perusahaan-perusahaan atau organisasi lainnya agar dapat meningkatkan usaha dalam mempertimbangkan konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan dengan melakukan penilaian kegiatan lingkungan dari sudut pandang biaya (environmental costs) dan manfaat atau efek (economic benefit).

            Beberapa alasan kenapa perusahaan perlu untuk mempertimbangkan untuk mengadopsi akuntansi lingkungan sebagai bagian dari sistem akuntansi perusahaan, antara lain: memungkinkan untuk mengurangi dan menghapus biaya-biaya lingkungan, memperbaiki kinerja lingkungan perusahaan yang selama ini mungkin mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan keberhasilan bisnis perusahaan, diharapkan menghasilkan biaya atau harga yang lebih akurat terhadap produk dari proses lingkungan yang diinginkan dan memungkinkan pemenuhan kebutuhan pelanggan yang mengharapkan produk/jasa lingkungan yang lebih bersahabat.

            Berikut pendapat beberpa pakar mengenai akuntansi lingkungan sebagai berikut :

            Akuntansi Lingkungan (Environmental Accounting atau EA) merupakan istilah yang berkaitan dengan dimasukkannya biaya lingkungan (environmental costs) ke dalam praktek akuntansi perusahaan atau lembaga pemerintah. Biaya lingkungan adalah dampak yang timbul dari sisi keuangan mampun non-keuangan yang harus dipikul sebagai akibat dari kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan.

Menurut Ikhsan dalam “akuntansi lingkungan dan pengungkapannya” (2007: 14) menyatakan :

“akuntansi lingkungan didefinisikan sebagai pencegahan, pengurangan dan atau penghidnaran dampak terhadap lingkungan, bergerak dari beberapa kesempatan, dimulai dari perbaikan kembali kejadian-kejadian yang menimbulkan bencana atas kegiatan-kegiatan tersebut.

            Dalam Environmental Accounting Guidelines yang dikeluarkan oleh menteri lingkungan Jepang (2005:3) dinyatakan bahwa akuntansi lingkungan mencakup tentang pengidentifikasian biaya dan manfaat dari aktivitas konservasi lingkungan, penyediaan sarana atau cara terbaik melalui pengukuran kuantitatif, serta untuk mendukung proses komunikasi yang bertujuan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan, memelihara hubungan yang menguntungkan dengan komunitas dan meraih efektivitas dan efisiensi dari aktivitas konservasi lingkungan.

US EPA (1995) akuntansi lingkungan sebagai aspek dari sisi akuntansi manajemen, mendukung keputusan manajer bisnis dengan mencakup penentuan biaya, keputusan desain produk atau proses, evaluasi kinerja serta keputusan bisnis lainnya.

Environmental accounting is an anclusive field of accounting. It provides reports inveronmental information to help make management decisions on pricing, controlling overhead and capital budgeting, and external use, disclosing inveronmental information of interest to public and to the financial community.

            Akuntansi lingkungan menunjukkan biaya riil atas input dan proses bisnis serta memastikan adanya efisiensi biaya, selain itu juga dapat digunakan untuk mengukur biaya kualitas dan jasa. Tujuan utamanya adalah dipatuhinya perundangan perlimdungan lingkungan untuk menemukan efisiensi yang mengurangi dampak dan  biaya lingkungan. (Helvegia ,2001).

Menurut Mathew dan Parrerra (1996), akuntansi lingkungan ini digunakan untuk memberikan gambaran bentuk komprehensif akuntansi yang memasukkan extrenalities kedalam rekening perusahaan seperti informasi tenaga kerja, produk, dan pencemaran lingkungan.

            Dari pendapat para pakar diatas dapat dikatakan bahwa environmental accounting adalah alat manajemen lingkungan dengan tujuanuntuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan dengan melakukan penilaian kegiatan lingkungan dari sudut pandang environmental costs dan economic benefit.

            Selain menghitung biaya lingkungan, akuntansi lingkungan juga merupakan gabungan semua biaya lingkungan ke dalam laporan keuangan perusahaan, dimana biaya-biaya tersebut digunakan untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Pentingnya dilakukan pembangunan berkelanjutan oleh setiap perusahaan karena perusahaan harus mempunyai komitmen yang tinggi untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Keberhasilan perusahaan saat ini tidak hanya diukur berdasarkan kinerja keuangannya saja, tetapi juga dari aspek sosial dan lingkungan. Untuk mengukur aspek sosial dan lingkungan, salah satu indikatornya adalah corporate social responsibility performance.

BY : MY