Pengertian Book Keeping

Laporan keuangan adalah output akuntansi. Input berupa data akuntansi. Pembukuan (book keeping) merupakan proses akuntansi yang mengelola seluruh data akuntansi dan menghasilkan laporan keuangan.

Tahap-tahap pemrosesan data akuntansi menjadi laporan keuangan disebut siklus akuntansi. Siklus akuntansi mungkin berbeda antar perusahaan, tergantung ukuran perusahaan, jenis usaha, teknologi yang digunakan, dan lainnya. Pada umumnya, semakin besar perusahaan, semakin banyak transaksinya.Memahami proses di balik tersajinya laporan keuangan adalah hal yang penting, khususnya untuk meningkatkan kemampuan analisa laporan keuangan. Laporan keuangan adalah output akuntansi. Inputberupa data akuntansi. Pembukuan (book keeping) merupakan proses akuntansi yang mengelola seluruh data akuntansi dan menghasilkan laporan keuangan.

Proses akuntansi lebih kompleks dan siklus akuntansi dapat lebih panjang. Namun, teknologi informasi mengubah proses akuntansi menjadi sedemikian singkat, bahkan laporan keuangan dapat tersaji setiap saat. Manusia menginput data akuntansi, dan teknologi memproses data tersebut menjadi laporan keuangan.

Pembukuan mengubah data akuntansi menjadi laporan keuangan. Data akuntansi adalah data keuangan yang dapat diklasifikasi pada aset, utang, modal, pendapatan, dan beban. Data keuangan meliputi kelima komponen dasar laporan keuangan. Di luar kelima komponen dasar laporan keuangan tersebut, tidak disebut sebagai data akuntansi. Data akuntansi pendapatan meliputi penjualan, keuntungan,dan seterusnya. Data akuntansi utang antara lain utang dagang, utang gaji, utang bank, dan seterusnya. Data akuntansi merupakan data yang berasal dari transaksi akuntansi.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntan, Penulis: Golrida Karyawati P, Hal: 55-56.

Source : http://keuanganlsm.com/pengertian-book-keeping/

msd