Tantangan Menghadapi Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan adalah sebuah proses dalam mempersiapkan laporan keuangan perusahaan untuk penggunaan pihak internal dan pihak eksternal. Laporan keuangan biasanya menyajikan (1) laporan laba rugi (income statement), (2) laporan laba ditahan (retained earnings statement), (3) neraca saldo (balance sheet), (4) laporan arus kas (statement of cash flows). Catatan pengungkapan juga merupakan bagian yang integral dari laporan keuangan.

Akuntansi keuangan dikatakan berhasil apabila laporan keuangan dan pengungkapan yang terkait memperlihatkan informasi yang bermanfaat, namun beberapa poin masalah akan menjadi tantangan dalam menghadapi akuntansi keuangan:

  1. Penilaian non-finansial. Laporan keuangan gagal menyajikan beberapa penilaian kinerja kunci yang dapat digunakan manajemen secara meluas, seperti indeks kepuasan pelanggan, informasi jaminan simpanan dan tingkat penolakan barang yang dibeli.
  2. Informasi forward-looking. Laporan keuangan gagal menyediakan informasi forward-looking yang diperlukan investor dan kreditor.
  3. Aktiva tak berwujud. Laporan keuangan hanya berfokus pada aktiva berwujud (persediaan, aset tetap) namun gagal menyediakan informasi mengenai aktiva tak berwujud (hak paten, copyright, goodwill). Pada kenyataannya, aktiva yang paling baik kadang-kadang merupakan aktiva tak berwujud, seperti know how Microsoft, pemasaran yang unik dari Dell, dan image merek J.Crew.
  4. Aktualitas (timeliness). Perusahaan hanya mempersiapkan laporan keuangan per kuartal, dan laporan yang telah diaudit tahunan. Informasi laporan keuangan yang aktual sangat jarang tersedia.