Akuntan-Yang-Masuk-Olimpiade-2012-890x395_c

Kutipan “accounting is certainly many things but, boring is surely not one of them”. Terbukti di olimpiade London 2012, ada beberapa akuntan masuk jajaran atlit yang akan bersaing memperebutkan medali, diantara kesibukan mereka sebagai akuntan. Siapa saja akuntan yang menjadi peserta olimpiade tahun 2012

1. Gwen Jorgensen – Ernst & Young

CPA yang sehari-harinya bekerja sebagai tax accountant di kantor akuntan publik Ernst & Young ini adalah salah satu triathlete yang akan bertarung di olimpiade London 3 Agustus nanti.

2. Jenna Hansen – PwC New Zealand

Jenna bergabung dan menjadi associate di divisi ‘Financial Assurance’-nya PwC New Zealand sejak 2007. Di olimpiade London 2012 ini, Jenna terpilih menjadi salah satu diantara 12 peselancar yang akan mewakili New Zealand.

3. Caitriona Jennings – PwC Irlandia

Cairiona, sehari-harinya adalah seorang senior manager (financial services tax practice) di PwC Ireland (Irlandia). Catriona bergabung dengan PwC sejak 2001. Di olimpiade London 2012 ini, Catriona adalah salah satu daiantara tiga pelari marathon yang akan mewakili Irlandia.

4. Ian Mackay – PwC UK

Ian Mackey adalah jebolan magang dari divisi ‘Investment Management Assurance’-nya kantor akuntan public PwC UK. Di olimpiade London 2012 ini, Ian akan mewakili Inggris, bergabung dalam team Hockey putra Great Britain.

5. Claire Bergin – Trainee at Deloitte

Claire adalah seorang chartered accountant yang sedang manjalani training di Deloitte. Claire Bergin akan mewakili Irlandia untuk lari 400 meter di Olimpiade London 2012 ini. Sebelumnya, konon Claire juga pernah mewakili negaranya di bobsleigh, Vancouver di 2010 untuk olahraga yang sama.

Menurut press release dari masing-masing KAP , keliahatannya masing-masing kantor sangat mendukung. Gwen misalnya, konon mendapat dukungan penuh dari pihak Ernst & Young. Termasuk dari Mark Hellmer (bossnya) dan Megan Miller (mentornya) yang membantu Gwen mengatur jadwal kerja paruh-waktunya di Ernst & Young.

Sekarang jelas buktinya. Mengejar passion di luar profesi (sebagai akuntan), bukan sesuatu yang mustahil. Bisa dilakukan disela-sela kesibukan, asal pinter-pinter ngatur waktu. Seperti dikutip oleh Accounting Today, Gwen kasih tips bagi CPA yang ingin menyeimbangkan antara kehidupan profesional dan hobinya:

Be proactive and don’t be afraid to ask for support. The more you communicate with your team members, the easier it is for not only you, but your coworkers. Some think you need to focus solely on [either work or a training schedule] to be successful; however, I believe the balance keeps me motivated, diverse and active.”

 

Refferrence :www.jurnalakuntansikeuangan.com