Accounting

Belajar dari Nenek: Save or Sorry!

Artikel ini sedikit banyak terinsipirasi dari single terbaru Wali Band yang berjudul Nenekku Pahlawanku. Dalam konteks yang hampir mirip, Nenek saya (Mbah dalam bahasa Jawa) juga menjadi “pahlawan” saya dalam memberikan inspirasi tentang perencanaan keuangan. Simak ceritanya berikut ini.

Pribadi tanpa tujuan hidup, ibarat burung tanpa sayap, begitu ucap orang-orang bijak. Dalam praktiknya tujuan hidup mencakup pula tujuan keuangan pribadi anda. Apakah anda ingin punya smartphone terbaru dalam waktu dekat? Ingin liburan ke Wakatobi dan Bali? Ingin beli tas merek terbaru mungkin? Atau ganti laptop misalnya? Itu sebagian tujuan keuangan jangka pendek dari sebagian para mahasiswa/dosen.

Terkait dengan tujuan keuangan pribadi, Nenek saya adalah seorang “perencana keuangan” yang luar biasa. Mbah Sulastri namanya. Usianya sudah 87 tahun, ia tdk punya penghasilan tetap kecuali dari pemberian 9 anak-anaknya yang sudah berkeluarga dan sedikit uang pensiun dari suaminya yang telah tiada.

Pada Lebaran tahun lalu, ia mengumpulkan ke 9 anaknya. Ia merasa ini waktu yg tepat untuk membagikan apa yang selama ini ia simpan. Ya, mbah Sulastri yang notabene tidak ada penghasilan tetap membagikan: uang 3 juta rupiah per anak, 10 gram emas per anak dan menitipkan 30 juta rupiah untuk biaya pemakaman dan perawatan makam saat ia wafat nanti serta biaya tahlilan (doa) sampai 1000 hari setelah kematiannya.

Luar biasa bukan?

Mbah Sulastri ternyata sudah menabung dari uang pemberian anaknya sejak puluhan tahun lalu. Setiap rupiah yg ia dapatkan ia simpan di bank dan atau belikan emas. Ia berdisiplin setiap bulannya untuk dapat menggapai tujuan keuangannya. Jangan dibayangkan uang setiap bulan yang ia tabung begitu banyak – sebagai orang desa, uang yang diberikan anaknya tidaklah terlalu berlebihan.

Tapi ia paham, uang yang sedikit itu jika ia himpun, lama-lama bisa menjadi bukit.

Dalam kaitannya dengan perencanaan keuangan, apa yang bisa kita pelajari dari beliau?

1. Penting untuk menentukan tujuan keuangan Anda;

2. Gunakan/alokasikan uang dengn bijak utk mencapai tujuan keuangan anda;

3. Menabung saja tidak cukup, tapi anda perlu berinvestasi;

4. Berdisiplin dalam mencapai tujuan anda.

Apapun tujuan keuangan anda, sangat penting untuk menilai bagaimana diri anda sekarang, bagaimana rencana ke depan dan bagaimana mencapainya.

Save or sorry? It’s all on your hand.

 

Gatot Soepriyanto, SE, Ak, M.Buss (Acc)