People Innovation Excellence

MEMAHAMI AKUNTANSI ASET DARI PERSPEKTIF FILSAFAT

MEMAHAMI AKUNTANSI ASET DARI PERSPEKTIF FILSAFAT

Pada saat kita mendengar kata aset, yang terlintas pertama kali adalah tanah, kendaraan, dan rumah yang kita miliki. Tapi, apakah aset hanya sebatas barang-barang tersebut? Setelah kita telaah lebih dalam, ilmu yang kita miliki merupakan aset kita walaupun tidak terlihat secara fisik.

 Seorang artis atau model memiliki wajah yang cantik atau ganteng, merupakan aset mereka. Kebaikan yang ada dalam diri kita, tanpa kita sadari merupakan aset kita. Nama baik kita merupakan aset kita. Relationship atau networking yang kita miliki merupakan aset kita. Keluarga yang kita miliki merupakan aset kita. Anak-anak yang kita miliki merupakan aset kita.

Seorang anak kecil memiliki boneka memberikan manfaat dalam bermain, seorang pelajar memiliki buku pelajaran memberikan manfaat dalam dan meningkatkan pengetahuan, seorang ayah memiliki rumah memberikan manfaat untuk tempat tinggal keluarga, seorang ibu rumah tangga memiliki kompor memberikan manfaat sebagai alat memasak, seorang kakek atau nenek memiliki tongkat memberikan manfaat dalam membantu berjalan, seorang petani memiliki traktor memberikan manfaat dalam membajak sawah, seorang nelayan memiliki pukat memberikan manfaat dalam menjaring ikan, seorang tukang ojek memiliki motor memberikan manfaat dalam mengantar penumpang, seorang dokter memiliki steitoskop memberikan manfaat dalam memeriksa denyut jantung pasien, seorang tukang bakso memiliki gerobak memberikan manfaat dalam menjajakan barang dagangannya, dan lain sebagainya. Dari contoh-contoh diatas dapat diartikan bahwa aset tidak hanya berupa barang tetapi meliputi semua yang kita miliki baik yang berwujud maupun tidak berwujud.

Tetapi apakah semua yang kita miliki merupakan aset? Apabila kita lihat lebih dalam lagi, ketika seseorang memiliki pakaian yang sudah usang, tidak dapat dipakai, bahkan untuk menjualnya pun tidak akan ada yang mau membelinya. Apakah bisa kita katakan sebagai aset? Ketika seseorang memiliki penyakit apakah dapat dikatakan aset? dari kedua contoh tersebut ternyata tidak semua yang kita miliki dapat dikatakan sebagai aset. Tetapi, sesuatu dapat dikatakan sebagai aset apabila sesuatu tersebut memiliki manfaat bagi kita. Sehingga aset dapat dikatakan sebagai sesuatu yang dimiliki dan memberikan manfaat.

Begitupun pada sebuah perusahaan. Tanah, gedung kantor, mesin yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan merupakan aset perusahaan. Merk dagang perusahaan merupakan aset perusahaan. Networking yang dimiliki perusahaan merupakan aset perusahaan. Sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan merupakan aset perusahaan. sebuah usaha konsultan memiliki ruang kantor dilengkapi dengan meja, kursi, komputer dan telepon yang digunakan untuk melayani pelanggan, merupakan aset perusahaan. Sebuah usaha dagang memiliki etalase toko tempat menyimpan barang-barang yang akan dijual, merupakan aset perusahaan. Sebuah usaha industri memiliki pabrik dan mesin-mesin produksi untuk menghasilkan produk, merupakan aset perusahaan.

Sesuatu yang memiliki nilai ekonomis dan memberi manfaat bagi perusahaan Kieso, Weygandt and Warfield. (2011) dinamakan sebagai aset.

Adapun beberapa pengertian aset menurut para ahli adalah:

Zaki Baridwan (2004:271): “aset atau harta adalah benda baik yang memiliki wujud maupun yang semu dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan diperoleh manfaat ekonomisnya”. Thompson yang diterjemahkan oleh skoussen dkk (2001 : 131) aset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi di masa depan yang diperoleh atau dikontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian dimasa lalu. Menurut Weygant, et all (2007:11-12) aset adalah sumber daya yang dimiliki perusahaan; dimana karakteristik umum yang dimilikinya yaitu memberikan jasa atau manfaat di masa yang akan datang”.

Menurut Kieso Kieso, Weygandt and Warfield. (2011) assets is a resource controlled by an entity as a result of past events and from which future econonics benefits are expected to flow to the entity. Wild, Larson and Chiappetta (2007) assets are resources with future benefits that are owned or controlled by a company. These resources are expected to yield future benefits. Menurut Mamduh M.Hanafi (2003:24): “aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darinya manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diraih oleh perusahaan.” Purbhoo &Purbhoo aset adalah the economic resources of a company. They are owned by the company, and have cash value or can be converted to cash.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa asset adalah Sesuatu yang dimiliki atau dikuasai perusahaan yang diharapkan memberikan manfaat ekonomis untuk masa mendatang.

Aset merupakan salah satu elemen neraca (Balance Sheet) yang akan membentuk informasi keuangan yang berguna bagi stakeholders. Aset itu sendiri diklasifikasikan berdasarkan tingkat likuiditasnya. Menurut Weygandt, Kimmel and Kieso (2007) aset diklasifikasikan ke dalam empat bagian:

  1. Aset Lancar (Current Assets)

     Aset lancar adalah kas dan sumber daya lain yang diharapkan dapat diubah menjadi kas atau dijual atau dipakai untuk kegiatan bisnis dalam jangka waktu satu tahun dari tanggal neraca atau paling lama selama siklus operasi perusahaan.

  1. Investasi jangka panjang (Long Term Investment)

     Seperti halnya aset lancar, investasi jangka panjang merupakan sumber daya yang dapat diubah menjadi kas. Akan tetapi, pengubahan menjadi bentuk kas tidak dapat diharapkan dalam waktu satu tahun atau terlebih lagi selama siklus operasi. Selain itu investasi jangka panjang tidak diperuntukkan dalam kegiatan bisnis perusahaan. Kelompok ini sering disebut sebagai “investasi” yang umumnya meliputi saham dan obligasi dari perusahaan lain.

  1. Aset Tetap (Property, Plant and Equipment)

     Aset tetap merupakan sumber daya berwujud yang digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan bisnis dan tidak ditujukan untuk dijual. Kelompok ini meliputi tanah, bangunan, mesin dan peralatan, peralatan pengiriman, serta perabot dan furnitur.

  1. Aset Tidak Berwujud (Intangible Assets) merupakan sumber daya tidak lancar yang tidak memiliki wujud fisik. Aset tidak berwujud meliputi hak paten, hak cipta, dan merk dagang atau merk nama yang memberikan hak eksklusif untuk menggunakan hak tersebut dalam periode waktu tertentu.

Aset diakui dalam neraca apabila kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aset tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. Penilaian atau pengukuran aset berdasarkan pada biaya perolehan. Apabila penilaian aset tidak memungkinkan menggunakan biaya perolehan maka penilaian aset didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan.

Adapun pencatatan aset sebagai berikut:

  1. Pada saat aset bertambah, aset dicatat di debit. Misalnya pada saat pembelian aset berupa kendaraan secara kas. Maka pencatatan aset sebagai berikut:

Dr. Asset-Kendaraan                        xx

                        Cr. Kas                                               xx

  1. Pada saat aset berkurang, maka aset dicatat dikredit. Misalnya pada saat penjualan aset berupa mesin. Maka pencatatan aset sebagai berikut:

Dr. Kas                                               xx

                  Cr. Asset-Mesin                                 xx

Setiap akhir periode akuntansi, aset dilaporkan dalam neraca. Pada necara secara garis besar aset diklasifikasikan menjadi dua, yaitu aset lancar dan aset tidak lancar. Aset lancar adalah kas dan aset lainnya yang sifatnya paling cepat untuk di konversikan menjadi uang tunai atau kas paling lama dalam waktu satu tahun contohnya kas, investasi jangka pendek, piutang, persediaan, beban dibayar dimuka dan lain-lain.

Aset tidak lancar merupakan aset dengan siklus dan masa manfaat yang cukup lama, yang pasti lebih dari satu tahun. Aset ini terbagi menjadi tiga, pertama aset tetap, menurut Soemarso S.R (2005:20) aset tetap adalah“aset berwujud yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun, digunakan dalam kegiatan perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan serta nilainya cukup besar.”Contoh aset tetap yaitu tanah, bangunan, mesin, kendaraan dan sebagainya. Kedua, aset tidak berwujud yaitu merupakan aset tetap yang secara fisik tidak dapat dilihat bentuknya. Contoh aset tidak berwujud adalah hak paten, hak cipta, goodwill dan lain-lain.Ketiga, investasi jangka panjang.

Akuntansi aset adalah proses pengakuan, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan sesuatu yang dimiliki dan memberikan manfaat.

 MY


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close