People Innovation Excellence

Pengacara Ini Sebut Tahun 2016 Penyiksaan Buat Wajib Pajak

akuntansi2

Pengacara Ini Sebut Tahun 2016 Penyiksaan Buat Wajib Pajak

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendesain peta jalan (roadmap) program sektor perpajakan untuk periode lima tahun ke depan.

Tahun 2016, Unit Eselon I di bawah Kemenkeu ini akan menerapkan program Tahun Penegakan Hukum, setelah realisasi Tahun Pembinaan di 2015.

Kabarnya, Tahun Penegakan Hukum yang dicanangkan Ditjen Pajak membuat Wajib Pajak takut. Bahkan pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea menyebut Tahun Penegakan Hukum di 2016 sebagai tahun penyiksaan.

“Kalau tahun ini tahun pembinaan, maka tahun depan penyiksaan. Boleh tidak diceritakan bagaimana kita mau disiksa di tahun depan,” kata Hotman saat menghadiri Tax Gathering dan Dialog di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendesain peta jalan (roadmap) program sektor perpajakan untuk periode lima tahun ke depan.

Tahun 2016, Unit Eselon I di bawah Kemenkeu ini akan menerapkan program Tahun Penegakan Hukum, setelah realisasi Tahun Pembinaan di 2015.

Kabarnya, Tahun Penegakan Hukum yang dicanangkan Ditjen Pajak membuat Wajib Pajak takut. Bahkan pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea menyebut Tahun Penegakan Hukum di 2016 sebagai tahun penyiksaan.

“Kalau tahun ini tahun pembinaan, maka tahun depan penyiksaan. Boleh tidak diceritakan bagaimana kita mau disiksa di tahun depan,” kata Hotman saat menghadiri Tax Gathering dan Dialog di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu, Mekar Satria Utama mengakui di tahun penegakan hukum 2016, dipastikan tidak akan ada lagi diskon atau insentif pajak.
“Penekanannya betul-betul ditindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran atas ketentuan perpajakan. Metodenya macam-macam, seperti pemeriksaan, penegakkan hukum lebih tinggi, tindakan penagihan dan pencekalan,” jelas dia.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak Puspita Wulandari, menambahkan, penegakan hukum di bidang perpajakan akan sungguh-sungguh diterapkan jika Wajib Pajak terbukti melanggar ketetapan pajak, contohnya mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) secara tidak benar sesuai fakta dan kondisi.

Pasalnya, ia mengaku, penerimaan pajak akan dialirkan untuk membangun infrastruktur, membiayai kegiatan ekonomi pemerintah dengan target sasaran mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Tahun depan Tahun Penegakan Hukum, jangan risau dan galau. Ditjen Pajak juga punya kewajiban apabila ada kesalahan. Itu janji Ditjen Pajak yang ada di Undang-undang KUP yang akan di amandemen sesuai perkembangan zaman,” tukas Puspita.
Sumber :http://www.pajakku.net/perpajakan/pengacara-ini-sebut-tahun-2016-penyiksaan-buat-wajib-pajak/

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close