People Innovation Excellence

5 Konsep Balance Yang Perlu Dikuasai Orang Accounting

1. ‘Debit–Credit’ Balance

‘Debit-dan-kredit’ memang konsep balance yang paling fundamental, oleh karena itu wajib dikuasai oleh orang accounting. Dengan kata lain, seseorang bisa dipastikan gagal belajar akuntansi bila tidak paham konsep debit-credit balance ini.

Nah, bagaimana caranya memahami konsep debit-credit balance?

Pertama, anda pahami persamaan akuntansi berikut ini:

A = L + E

Dari struktur persamaan di atas jelas terlihat, A pada sisi Kiri pasti selalu sama dengan ‘L + E’ di sisi Kanan. Dengan kata lain, A di sisi Kiri selalu dalam kondisi seimbang (balance) dengan ‘L+E’ yang ada di sisi Kanan. Thus, setiap perubahan pada A pasti diikuti oleh perubahan pada L+E.

2. ‘Reliability–Relevancy’ Balance

Ada 2 (dua) parameter kualitas Laporan Keuangan yang seringkali berbenturan, yaitu antara: Keandalan (reliability) dan Ketepatwaktuan (relevancy).

Di satu sisi Laporan Keuangan harus akurat dan tidak mengandung salahsaji bersifat material thus tidak menyesatkan pengguna, alias bisa diandalkan (reliable). Namun di sisi lainnya juga harus disajikan secara tepatwaktu (relevant). Masalahnya, untuk memastikan keandalan perlu proses validasi, verifikasi, check-and-recheck, dan proses audit yang bisa jadi mengkonsumsi waktu ekstra lama.

3. ‘Short-Long Term Profit’ Balance

“Pertumbuhan” itulah yang kemudian melahirkan 2 macam orientasi dalam pencapaiannya, yakni: profit jangka pendek (short-term profit) dan profit jangka panjang (long-term profit).

Secara kesuluruhan, orang accounting—khususnya yang bekerja di dalam perusahaan—perlu memahami ‘short-long term profit’ balance. Jangan mentang-mentang orang accounting lalu ‘conservatism principle‘ nya selalu dikedepankan. Ingat, balance!

4. ‘Historical–Future’ Balance

Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) berorientasi pada data historis—semua angka yang disajikan dalam laporan keuangan adalah rangkuman dari transaksi di masa yang telah lewat. Sementara Akuntansi Manajemen (Management Accounting) berorientasi pada data masa kini dan masa depan—costing data masa kini, budget dan forecast menggunakan data masa kini dan masa depan.

Akuntan yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP), termasuk auditor, sudah pasti berorientasi pada data historis—tidak punya kewajiban terhadap kejadian ekonomis dimasa yang akan datang. Sedangkan akuntan yang bekerja di dalam perusahaan—mau tidak mau—harus dihadapkan pada data historis sekaligus masa kini dan masa depan.

5. ‘Common–Best Practice’ Balance

Sepanjang patuh pada PSAK/IFRS dan UU Pajak, best practice selalu baik untuk diadopsi. Bagaimanapun juga lingkungan bisnis terus berubah, kian lama kian kompleks. Cara kerja akuntansi juga perlu adaptif mengikuti perubahan yang ada, tanpa melanggar standard.

 

Sumber: http://jurnalakuntansikeuangan.com/


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close